Kabar November.. dan Pemenang Giveaway Bulanan.


Selamat hari Kamis (satu hari lagi menjelang weekend, aseeeek! X) dan selamat hari pertama bulan November. Saat saya googling gambar untuk mewakili bulan November, saya melihat banyak sekali gambar bertema musim gugur. Kalau di Indonesia sih, musim hujan kali ya. Musim gugur di luar negeri identik dengan musim makan. Bagi saya makan itu kewajiban tiap hari (ga nyambung :)) ). Oke, bagi saya November itu bulan penuh makna. November tahun lalu saya ikut ajang nulis sebulan NaNoWriMo, walau akhirnya malah gagal. Tahun lalu juga saya membuat blog ini. Lalu saya diterima kerja dan pindah di Jakarta ,dimana tanggal saya diterima itu tanggal 11 bulan 11 tahun 2011. Ditelpon pas jam 11. Ajaib banget!. Jadi, November itu memang berkesan. Tahun lalu. Tahun ini sih saya ga tahu, hahahaha. Saya berharap semoga masih tetap berkesan :).

Seperti biasa postingan ini akan berisi kilas balik postingan blog pada bulan Oktober... yang cuma sedikit. Memang sih kemalasan saya untuk posting sudah tingkat nasional (belum dewa lah), tapi di bulan ini saya sempat sakit :(. Selama hampir 2 minggu, saya terkapar di tempat tidur buat recovery. Sakitnya sih ga main - main. Sakit tipes, dan saya jauh dari rumah. Untungnya sih, saya sekarang sudah baikan, walau bagi mereka yang tahu saya di Twitter pasti sering baca tweet saya yang ngeluh makan bubur tiap hari, hehehe. Selain postingan blog, seperti biasa saya akan mengambil salah satu pengkomentar di blog untuk menjadi pemenang giveaway kejutan bulanan. Siapa yang beruntung? Baca sampai akhir post ini yah :).

Postingan bulan Oktober

Review

Buku yang saya review di blog untuk bulan Oktober, yang semuanya buku bahasa Inggris. Saya memang ga baca buku terjemahan sama sekali bulan ini.

- Immortally Yours oleh Angie Fox (review)
- Thief of Shadows oleh Elizabeth Hoyt (review)
- Treachery in Death oleh J.D.Robb (review)
- Faefever oleh Karen Marie Moning (review)
- Kiss of Steel oleh Bec McMaster (review)
- Fire Burn and Cauldron Bubble (review) -> sebenarnya ini diposting November, tapi saya masukkan ke Oktober saja, karena bacanya pas Oktober.


Untuk buku yang saya baca, tapi tidak saya review disini dengan alasan tidak sempat menulis edisi blognya, tidak pantas kalau ditaruh di blog (karena covernya sexy abis) atau saya akan menulis reviewnya di blog (kalau sempat)

Moonglow oleh Kristen Callihan (review Goodreads)
Archangel's Storm oleh Nalini Singh (review Goodreads)
Twice Upon a Time oleh Olivia Cunning (review Goodreads) ;21 tahun ke atas!
A Love Untamed oleh Pamela Palmer ;baca ARC version)
Oracle's Moon oleh Thea Harrison (review Goodreads)
Rogue Rider oleh Larissa Ione (review Goodreads) ; baca ARC version
Hot Ticket oleh Olivia Cunning ; baca ARC version, 21 tahun ke atas!
Matthew oleh Emma Lang (review Goodreads)
- Take Me oleh Olivia Cunning (review Goodreads); 21 tahun ke atas!
- First Grave on The Right oleh Darynda Jones


Untuk bulan ini saya total ada baca 16 buku. Hohoho jelas prestasi buat saya, apalagi saya habis sakit. Ternyata ada keuntungannya juga sakit, saya jadi jarang jalan - jalan dan lebih sering baca. Dan saya juga ikutan berbagai macam reading challenge di Goodreads. Jadi bacanya lebih teratur sekarang. Yang bikin saya happy, saya finish Goodreads Reading Challenge dengan target 75 buku! Sekarang saya naikkan jadi 100. Lihat kecepatan baca saya sih, sanggup deh 100 buku sebelum akhir tahun :p.

Oh ya, mungkin ada yang bingung pas ada keterangan ARC version. ARC sendiri kependekan dari Advanced Reading Copy. Gampangnya sih, ini versi awal dari buku yang belum terbit. Jadi saya baca duluan sebelum terbit. Keren kan saya, hehehe *sombong :))*. Kapan - kapan akan saya ulas masalah mengenai ARC ini :).

Intermezzo

Untuk postingan intermezzo, yaitu postingan di luar review buku, ini yang saya posting di bulan Oktober. Cuma satu :'> :

- Saya dan BBI  (posting bersama BBI dalam rangka Hari Blogger Nasional)

Meme

Meme saya yang kadang eksis kadang engga ini sudah mencapai edisi ke enam. Dan karena seperti yang saya bilang sebelumnya, karena saya sakit, maka hanya ada satu meme Friday's Recommendation :

- Friday's Recommendation #6



Dan, ini yang saya rencanakan di bulan November

Saya sudah sering kasih hint, baik di blog maupun Twitter (silakan follow saya di @r3n87), kalau saya akan mengadakan Blogoversary aka Blog Anniversary di bulan November. Yup, tanggal 4 November besok, blog saya genap berumur 1 tahun. Ada anniversary ada perayaan, yah kayak ulang tahun saya kemaren. Dan saya berniat bikin yang meriah untuk bulan ini, sekaligus melawan rasa malas memposting blog. Ini adalah gambaran giveaway yang akan saya buat nantinya :

- Giveaway bulanan yang dimulai tanggal 5 November - 5 Desember 2012. Cuma 1 event tapi saya bikin durasinya 1 bulan. Biar banyak yang ikut dong :D (tapi pemenangnya ga sebanyak yang giveaway ultah kemaren.)
- Giveaway mingguan. Akan ada dua jenis giveaway mingguan. Yang satu adalah giveaway Meme Friday's Recommendation, khusus untuk mereka yang ikut Meme ini. Kemudian ada giveaway kejutan, yang sifatnya berubah - ubah. Tergantung apa yang saya posting minggu itu, bisa opini,share knowledge di dunia buku, atau malah interview dengan tamu kejutan. Karena sifatnya mingguan, jadi pemenangnya akan diambil per minggu saja. Pemenang minggu kemaren tidak akan menang lagi di minggu selanjutnya, tapi bagi yang belum menang masih ada kesempatan.
- Giveaway dua mingguan. Saya namakan giveaway ini "pilih bukumu berdasarkan review". Seperti apa cara mainnya? Tunggu aja nanti.
- Falling in Love Giveaway Blog Hop. Saya ikut blog hop international kedua saya, yang rencananya akan saya adakan sekitar minggu ketiga.
- Fifty Shades of Grey giveaway. Oke, saya emang ga suka buku ini, tapi ga menutup kenyataan kalau review saya tentang buku inilah yang paling banyak dibaca orang. Saya pernah bilang di Twitter kalau pageviews review Fifty lebih dari 5000, akan saya hadiahkan buku ini untuk 1 (satu) pemenang. Dan itu terjadi! Saya sih, kepikiran mau kasih 1 orang lagi kalau pageviewsnya 10000. Bisa kejadian ga yah akhir bulan nanti? Kita tunggu saja ;). Dan kapan giveaway ini mulai? Tunggu saja :)).
- Beberes giveaway. Lemari saya sudah penuh, dan beberapa buku juga kok kayaknya kasian banget saya onggokin di lemari tanpa kebaca. Jadi saya akan kasih beberapa buku di lemari untuk pengunjung blog ini.

So, ada total 6 jenis giveaway. Saya aja takjub (sambil tak lupa salto dan bilang WOW!) waktu ngelist ini, hehehe. Saya harap akan banyak yang ikutan nantinya. Pengen ga ketinggalan giveaway di Ren's Little Corner (apalagi yang mingguan)? Silakan jadi subscriber blog ini, dengan menulis email kamu di bagian "Update Email", yang kotaknya pas di bawah bagian Currently Reading di sisi kiri atas. Jangan lupa untuk aktifasi biar update blog dari saya masuk ke email kamu.

Lalu, pemenang Giveaway kejutan bulan November adalah :

Tiap bulan saya memilih secara random pengunjung blog untuk menang giveaway. Mulai sekarang saya hanya akan memilih dari semua yang komen di blog pada periode tertentu. Jadi bukan yang banyak - banyakan komen sekarang. Untuk bulan November, saya memilihnya dari orang - orang yang komen di blog ini sepanjang bulan Oktober. Dan yang beruntung kali ini adalah :

Desty

 yang komen :

haha.. setuju Yon!! Blog ini memang sumber informasi buku yang HOT!! Saya juga menjadikan blognya Ren sebagai referensi buat nyari ebook :)


Selamat ya Mbak Desty! Mbak akan mendapatkan hadiah dari saya berupa buku (yah apalagi dong ya :)) ) dengan nominal 65000. Silakan tunggu email dari saya setelah ini. (eh, saya jadi malu dibilang sumber informasi buku yang HOT :">)

Pengen bisa kayak Mbak Desty ataupun pemenang giveaway kejutan bulan lalu? Gampang kok. Tinggal komen saja di blog saya untuk semua post. Komentar yang saya perhitungkan tentu komen yang tidak asal komen alias cuma one liner, seperti "wow"; "keren Ren"; "mantap Gan" (emang kaskus? :)) ). Dan juga komen yang tidak menyinggung... hati saya (ih, subjektif bener :)) ). Komen di postingan giveaway sendiri juga tidak saya hitung. Jadi kalau mampir di blog saya, dan suka sama postingan saya jangan lupa komentar yah. Siapa tahu giliran kamu yang menang nantinya :D.

Sekian postingan kilas balik di bulan Oktober dan apa yang saya planning di November. Semoga semua giveaway itu terlaksana, mengingat jadwal saya bakalan sibuk lagi pas bulan ini. Maklum proyek tempat kerja saya lagi gawat *eh curhat X) ). Terimakasih buat semua yang setia mengunjungi dan mengikuti blog Ren's Little Corner. See ya next time! :D


More Plastic Bags

You may remember my post from Rome about an art piece that used plastic bags as a medium. The bags looked like NEW plastic bags, which to me defeated the purpose of the artist's statement.

There was a similar piece in Paris. The artist's name is nowhere to be found! The work can be seen at Gare St. Lazare.


top detail

This week while on break from my sketching class at the Toronto School of Art, I saw a wonderful exhibit of work made by students of the Media Exploration Class using plastic bags-used ones!





Very creative stuff!



Tiffany themed baby shower

How adorable is this sleeping  baby boy surrounded by mommy's favorite things!  All edible decor including the baby!  This cake was sooooo cute!!! and Grandma absolutely loved it. She called me today to say that the cake was a hit, and that it was not only beautiful, but that it tasted soooo good!!!  She could not wait to see it on the blog!!!  We also made some cupcakes to match the party decor!





SLICE OF LIFE



Two weeks ago. Saturday night. I am almost asleep when the text comes. It is from my oldest son. The one in Phoenix. Nine hundred miles away.

 "Hurt my knee. On crutches on the sidelines."

"Bad?" I text back.

"Naw. Hyperextended it. Just need to rest. It'll be awright."

Later he texts me that a trainer has driven him to his apartment. He has ice on it. The next day he tells me it is a little bit better. I feel relieved.

Until Monday. When he tells me he will be having an MRI on Thursday.

And Thursday. When he tells me he will be having ACL surgery the following week.

He wants to give up. "I only came to school to play football," he says. "And now I can't do that." I might as well just come home." I talk him off the ledge. Call a semi-sympathetic coach. Get him to talk to my son.

I want to go. To be there. To take care of him.

But in the meantime, Son #2 has made a stupid stupid stupid 5 second teenager decision that has potential for huge, life changing legal ramifications. And I cannot leave the state. Because I have to take care of Son #2 and his issues.

I have to settle for phone calls with coaches and the athletic trainer.

The surgery is Friday.  We talk every day. I try to explain that he needs to go to the grocery store ahead of time. Stock up. Prepare. He spends $20 at 7-11.

Thursday night. "You scared?"

"Naw. It'll be awright."

I talk to him in the waiting room on Friday. He is still calm. Or at least he sounds calm on the phone.

The surgery is supposed to be at 7. He is supposed to be done by ten. Home by noon.

The coach texts and tells me he has dropped Son off. He will call when the surgery is over.

12:00 passes. 12:30. 1:00. 1:30. 

I cannot stand it anymore.  I call the coach. He tells me that the surgery did not start until after ten. I imagine my baby sitting in a waiting room by himself for three hours. I am sure he did not take a book.

He is waiting for my son to come out of surgery.

Two hours later, I get a call. My son is home. He is groggy but ok. The coach has picked up his prescriptions. His roommate, 18, talks to me. Reads the directions off the pill bottles.

"I'll take care of him," he assures me. And again, I so want to be there.

Saturday, my son, who never misses a practice, never complains after a game, never stays home sick, tells me his knee hurts. A lot.

I have never heard him say anything hurts. Even when he dislocated his thumb. Or ruptured his eardrum.  Never. And I know it hurts. A lot.

And I so want to be there. To take care of him. To remind him to do the knee machine. To give him pills at the right time. To make ice bags. To feed him.

And now we are ten days out. The boys lived, for a week, I think, on pizza, Seven-Eleven nachos and  Chinese delivery. But he is a little better. Or at least he tells me he is. And I so want to be there.

He will start physical therapy soon.  Insurance only pays for part of it. I will need to find another $400 a month. I wonder what else I can cut out of our budget.

And  he has missed a week of school. And he was never a strong student. I wonder what his grades will look like. Whether he will be able to go back next semester.

Whether he will want to go back.

What he will do if he doesn't.

What he will do if he can't play football again.

And I so want to be there. 

Annie's Haunted House

We were honored to have the opportunity to make this awesome cake for Annie's annual Halloween Party in Stuart.  This year, it was more special because she was also celebrating her 10 year wedding anniversary.  She wanetd us to use her home as inspiration, and although we did a much smaller version of her beautiful home, it really captured some of the elements like the arches, doors, and swimming pool.  She absolutely loved the cake and said that everyone raved about it, she said it was "magnificent"!   Thanks again Annie, for allowing us to be part of your special celebration!!!
































Intermezzo : Saya dan BBI

Hmmmm. 

Sudah hampir setahun saya gabung dengan BBI aka Blogger Buku Indonesia. Sebuah komunitas yang menampung para blogger buku Indonesia, sebuah komunitas yang bagi saya sangat luar biasa. Karena dari sinilah saya bertemu banyak orang, serta memperluas cakrawala baca ya. Ciee, bahasanya :p. Terus, kenapa nih mendadak saya bikin postingan kayak gini? Lagi mellow? Itu sih setiap hari. Lagi galau? Itu sih setiap jam. Upss, malah melantur X). Saya bikin postingan ini, dalam rangka memperingati Hari Blogger Nasional yang jatuh pada tanggal 27 Oktober kemaren. Sepertinya sih, banyak blogger Indonesia yang ga ngeh ya. Maklum jatuhnya pas wiken, dan saya juga taunya dari temen pas liat timeline Twitter. Dan, dari obrolan bersama teman - teman BBI di group Whatsapp BBI Bajay (karena topiknya yang bisa ganti arah hanya dalam waktu sepersekian menit. Persis bajay), akhirnya disepakati untuk membuat postingan bersama yang membahas sejarah saat kita awal bergabung dengan BBI.

Jujur, waktu dulu saya bikin blog, saya ga kepikiran bikin Ren's Little Corner jadi blog khusus buku. Saya dulu niatnya malah bikin blog campur - campur. Iya, campur sama curhatan saya dan ajang pamer cowo ganteng. Review buku juga ada, tapi dikit. Malah awal dulu bikin blog, niatnya buat majang tulisan cerpen saya (yang ga jadi - jadi sampai sekarang) Lalu saya tahu tentang BBI dari group Goodreads Indonesia (GRI) dan timeline beberapa teman di Twitter yang sering ngere-tweet link dari akun BBI_2011 (aka Bebi). Akhirnya, demi membuat blog ini makin dikenal masyarakat dan pembaca, saya pun mendaftarkan diri di thread Blog GRI. Sempat terjadi argumen antara saya dan Om Tanzil yang akrab disapa Rahib (akhirnya tahu alasan kenapa beliau dipanggil rahib, ha ha ha!). Rahib meminta saya bikin blog yang bener - bener khusus buku, minus curhat (padahal sih asli belum pernah curhat di blog :p), minus cowo ganteng (arghhh!!), pokoknya 100% buku. Ugh, saya jadi dilema! 

Tapi, akhirnya saya pun ngalah. Dan membuat blog ini jadi 100% isinya buku semua. Untuk cowo ganteng, bisa diakalin dengan postingan fantasy cast untuk tokoh novel - novel yang saya baca. Bersyukurlah saya karena saya doyan baca romance, karena banyak tokoh pria sluuurrp yang bertebaran. Untuk postingan film juga bisa saya atasi dengan bahas movie based on book, lagian saya emang doyan nonton film tipe begini. Untuk curhat, yah curhatnya khusus buku :)). Kemudian saya pun diundang masuk group BBI di Facebook, dan follow akun BBI_2011. Banyak event yang saya alami setelah gabung dengan BBI. Awalnya dulu dengan membuat postingan Top Book Boyfriend 2011. Huahahaha, postingan favorit saya ini! Lalu, saya mulai ikut event baca bareng BBI, dimana tiap bulan salah satu member group FB akan mengadakan polling jenis buku yang akan dibaca, dan kita akan voting. Bagi saya event inilah yang membuat saya out of the box. Keluar dari zona nyaman saya yang kebanyakan baca romance. Saya mulai baca novel karya anak negeri, setelah novel terakhir yang saya baca adalah novelnya Andrea Hirata. Saya bahkan mulai baca klasik! Dari The Hobbitnya karya J.R.R Tolkien sampai ikut challengenya Mbak Fanda dengan baca Gone With The Wind, tapi yang terakhir ini kayaknya bakal gagal deh saya, ha ha ha :p.

Lewat BBI juga saya bikin event giveaway dan blog hop pertama saya, serta interview pertama saya dengan salah satu pengarang Indonesia (makasih ya Shienny ^_^). Sayang pas dulu gabung dengan BBI, saya kelewatan event Secret Santa. Event yang menurut saya sih keren banget, macam tukeran kado sembunyi identitas gitu. Untungnya tahun ini saya bisa ikutan. Saya sedikit khawatir benernya, agak kasihan sama siapapun yang jadi Secret Santa saya, mengingat daftar wishlist saya penuh buku bahasa Inggris plus covernya sexy semua :)). Kedepannya BBI juga makin sibuk, ada rencana kopdar di IBF (Indonesia Book Fair), bikin stand sendiri di  IRF (Indonesia Reader's Festival), bahkan sekarang ada event bikin kaos (walau saya masih belum bayar). BBI juga dilirik oleh Telkom untuk kerjasama, belum lagi penerbit - penerbit lain yang selalu mengontak BBI untuk mereview buku mereka. Ouch, saya bangga. :')

Untuk kedepannya saya berharap, selain semakin besar, BBI juga jauh lebih terorganisir. Jumlah blog yang tergabung dengan BBI ada 189 blog. Dan hampir 100 blogger yang join di group Facebook. Jumlah yang sangat besar, dan harus diatur. Sementara ini, ada pembicaraan untuk membuat organisasi dalam BBI, walau sepertinya masih terhenti. Saya sih pengennya, di tahun 2013, organisasi BBI sudah fix. Sudah jelas siapa yang bertanggung jawab untuk bagian apa. Dan pastinya lebih banyak event yang menarik, tidak hanya sekedar baca bareng tentunya, dan lebih banyak lagi kenalan blogger dari seluruh Indonesia.

Terimakasih BBI, sudah menjadi bagian dari kehidupan blog ini. Saya bangga lho, bisa masuk BBI ^_^.

To Teach Or Not To Teach

There is a fine line between telling a student what to do and completely squashing a student’s discovery process.

Think about that.



I am aware of that statement when I teach a textile art class or a quilt class. I want to guide the students but never hinder them from exploring.


I want to teach them but never disturb their own creative process.


I am looking forward to teaching at Branksome Hall, art department, again this school year. They have hired me to do classes with the grade 10's and grade 8's.

To see posts from last year's classes click here.

(my photographs from Rodin's garden in Paris taken this summer.)

TRQ is nothing if not surprising

This is the phone conversation I just had with TRQ.

TRQ:  Hey.

Me:  Hey.

TRQ:  You know where we should go the next time I'm in Salt Lake?

Me:  Where?

TRQ:  That cigar store.

Me:  (surprised on several fronts--a) that she wants to go to a cigar store and b)  that she also assumes I know which cigar store she means, as if she and I were having a previous conversation about cigar stores in Salt Lake that was interrupted, possibly by my father who wanted to know what he should do with the ironing he just finished)  You want to go to a cigar store?

TRQ:  Yes.

Me:  Why?

TRQ:  Remember?  That guy at the Cinegrill told us you could buy Sen sens there.

Sometimes . . . there are just no words.

Twiddleybitz Floating Bird Frame



 I had so much fun creating this at the Escape2Create Scrapathon.
My kids and a few others think that it is  "cool" but a little bit creepy at the same time. lol
 

 
It is a Twiddleybitz Floating Frame and I have used the new Twiddleybitz Brick Template to create the brickwork effect.
You can see my tutorial for the brickwork over at the Twiddleybitz Chipboard and Craft Blog
and there are other fantastic tutorials over there as well!
 
 
I bought the bird from Cheap As Chips and it comes in 2 pieces.. the body and the head, which is supposed to be used to decorate windows.
The picture in the frame I downloaded from a website called
Scenic Reflections.. a free screensaver website.
And of course lots of other Twiddley goodness as well.
 
Thanks for stopping by.
:-)


 

IT'S MONDAY! WHAT ARE YOU READING?

We had two days of fall break last week, which meant I got a little more reading time than usual. I read three intermediate grade novels, all with girl protagonists.

My favorite, and one that I cannot wait to share, was DOUBLE DOG DARE, by Lisa Graff, which I think would be a perfect fourth or fifth grade beginning-of-the-year  (or later in the year) read aloud too. Francine Halata has dreamed of becoming the media anchor at Auden Elementary for years.  Her plans are changed, however, when Kansas, a brand new kid, king of dares at his previous school, somehow ends up being nominated for the anchor job. Francine and Kansas challenge each other to a month of dares, with the winner guaranteed the coveted media anchor. At the same time, on a much deeper level, Francine and Kansas have more in common than anyone knows. Lots of really funny scenes, but also some very real life issues.


The second book I read was  SUMMER OF THE GYPSY MOTHS by Sara Pennypacker. I love Pennypacker's CLEMENTINE series, so I was excited to see this book.  Stella, the main character, lives with her Great Aunt Louise, the manager of a group of guest cottages on Cape Cod, and Angel, a foster child that Louise has taken in to keep Stella company. The two girls are not friends, at all, until a tragedy strikes and then the two girls have to learn to depend on each other. 

I don't want to give away the book, so I'm not going to say a lot. I will say, however, that I loved, loved, loved Stella. She is everything I would want in a girl character-  plucky, independent, resourceful, and level-headed. Angel reminds me of a lot of foster kids I have known- afraid to trust, but a really good-hearted kid. While I liked these two characters, there were parts of the plot that I had trouble swallowing. Even so, I think kids who enjoyed the CLEMENTINE series would be excited to know that there was another Pennypacker book available. 


The last book I read was ABOUT AVERAGE, by Andrew Clements. The main character, Jordan, was another character that was really easy to like, she was just an all around great kid. Jordan, however, doesn't view herself that way- she knows that she is not the prettiest girl in her class, or the smartest, or the most athletic, or the best musician, and her goal insixth grade is to be recognized for being good at something. Again, I have to confess that this is not my favorite by the author, but again, I think it's a book that kids who like this author will be glad to find. 

And on the TBR pile? Umm, not sure. I have Sharon Creech's THE GREAT UNEXPECTED checked out from the library and am waiting for a pile of CYBILS poetry books that I have reserved to arrived. And I have stacks and stacks of TBR books, but am not sure what else I will get to this week. Happy reading!

Review : Faefever oleh Karen Marie Moning


Judul : Faefever
Pengarang : Karen Marie Moning
Penerbit : Delacorte Press
Tebal : 389 halaman
Diterbitkan pertama kali : 28 Juli 2009
Format : Mass Market Paperback
Target : Dewasa
Genre : Urban Fantasy
Bahasa : Inggris
 
Seri : Fever
Buku ke- : 3 (tiga)
Status : Punya sendiri

Web Pengarang
  Order di : Bookdepository
English Review at Goodreads :
click here
Review Buku 1 : Darkfever
Review Buku 2 : Bloodfever

Sinopsis


The New York Times bestselling author of  Darkfever and Bloodfever  returns to Dublin’s Fae-infested shores in a bold, sensual new novel. Hurtling us into a realm of seduction and shadows, Karen Marie Moning tells the enthralling tale of a woman who explores the limits of her mysterious powers as she enters a world of ancient sorcery—and confronts an enemy more insidious than she could ever have imagined.

He calls me his Queen of the Night. I’d die for him. I’d kill for him, too. 

When MacKayla Lane receives a torn page from her dead sister’s journal, she is stunned by Alina’s desperate words. And now MacKayla knows that her sister’s killer is close. But evil is closer. And suddenly the sidhe-seer is on the hunt: For answers. For revenge. And for an ancient book of dark magic so evil, it corrupts anyone who touches it.

Mac’s quest for the Sinsar Dubh takes her into the mean, shape-shifting streets of Dublin, with a suspicious cop on her tail. Forced into a dangerous triangle of alliance with V’lane, an insatiable Fae prince of lethally erotic tastes, and Jericho Barrons, a man of primal desires and untold secrets, Mac is soon locked in a battle for her body, mind, and soul. 

As All Hallows’ Eve approaches and the city descends into chaos, as a shocking truth about the Dark Book is uncovered, not even Mac can prevent a deadly race of immortals from shattering the walls between worlds—with devastating consequences.…

Review



Saya mungkin hanya segelintir orang yang maniak genre paranormal romance dan urban fantasy, tapi masih belum kena demam Fever. Saya emang bela - belain beli semua bukunya seri Fever ini di Periplus, karena beberapa teman mengingatkan saya sama ceritanya yang selalu berakhir dengan cliffhanger, alias gantung. Dua buku sudah saya baca, Darkfever dan Bloodfever, masih belum paham kenapa banyak yang suka. Mungkin karena misterinya yang terlalu kental. Mungkin karena gaya penceritaannya memakai orang pertama, dan berhubung tokoh utama wanitanya MacKayla Lane orangnya menyebalkan jadinya ikut sebal bacanya. Tapi, akhirnya di buku ketiganya, yaitu Faefever cerita mulai menemui titik terang. Saya sarankan sih, silakan baca review saya untuk Darkfever dan Bloodfever yang semuanya sudah saya review di blog ini, agar ngerti jalan ceritanya walau sedikit.

Menyambung dari Bloodfever, MacKayla Lane yang ingin membalas dendamkan kematian kakaknya tercinta sedang menyembuhkan diri dari serangan Malluce, seorang vampire dan anak buah Lord Master. Lord Master ini dipercaya Mac sebagai pembunuh Alina, kakaknya. Pada suatu saat di jalan di Dublin, tak disangka Mac akhirnya bertemu dengan Sinsar Dubh. Buku yang selama ini dia dan Jerrico Barrons, pemilik Barrons Book and Baubles tempat Mac tinggal di Dublin, selalu cari. Sinsar Dubh sendiri buku yang memiliki aura sangat jahat, hingga Mac tak berdaya menghadapi kekuatannya. Mac lalu bertemu dengan V'Lane, pangeran Seelie, Fae dari sisi baik, yang meminta Mac memburu Sinsar Dubh. Mac mengalami dilema, karena V'Lane dan Barrons bermusuhan, dan dia merasa dengan membantu V'Lane berarti mengkhianati Barrons.

Tak seperti buku - buku sebelumnya yang hanya berfokus di Mac dan Barrons yang berburu relik Fae Seelie dan Unseelie, kali ini pemain di dunia Mac makin banyak. Ada Rowena, pemimpin sidhe-seer, orang yang bisa melihat Fae dan melumpuhkan mereka. Sayangnya Rowena sepertinya benci dengan Mac. Walau begitu dari pihak sidhe-seer Mac mendapat bala bantuan, dari Dani O'Malley, remaja gaul 14 tahun yang memiliki Sword of Light yang bisa membunuh Unseelie (atau Fae jahat), dan beberapa Sidhe-Seer yang tidak setuju dengan cara Rowena. Lalu ada Christian MacKeltar dari klan MacKeltars yang adalah druid (penyihir), yang mengatakan pada Mac bahwa tembok pemisah dunia manusia dan Fae perlahan makin menipis, dan jika tembok itu hancur maka manusia akan musnah oleh serangan Fae Unseelie. Ada Inspekstur Jayne yang mencurigai Mac adalah pembunuh adik iparnya. Tapi setelah Mac memberinya daging Unseelie, Jayne pun sadar siapa pembunuh adiknya yang ternyata adalah Fae.

Dublin sendiri dalam bahaya, karena beberapa daerahnya menjadi Dark Zone alias dalam kekuasaan para Unseelie. Mac terombang - ambing antara mempercayai V'Lane atau Barrons. Hubungannya dengan Barrons juga memburuk. Hallowen atau Samhain atau All Hallow's Eve semakin dekat, jika tembok penghalang antara dunia manusia dan Fae tidak diperbaiki, maka semuanya akan binasa. Sanggupkah Mac menyelamatkan Dublin, kota muram penuh hujan yang perlahan dicintainya?

Saya bisa bilang, saya mulai menikmati seri Fever setelah membaca buku ini. Mungkin karena asal - usul Seelie dan Unseelie jauh lebih jelas. Meskipun misteri pembunuhan Alina masih belum terpecahkan. Dari diary Alina yang dibaca Mac, Mac menyadari bahwa betapa banyak yang disembunyikan oleh Alina darinya. Mac sendiri kadang kuat kadang menyebalkan. Seakan dia berusaha memanipulatif orang - orang di sekitarnya, tapi malah dirinya sendiri yang dimanipulasi. Hubungannya dengan Barrons juga tarik ulur. Keduanya sepertinya tertarik satu sama lain, tapi juga saling benci. Sebaliknya hubungan Mac dengan V'Lane semakin dekat. Jujur sih saya lebih suka Barrons yang misterius dan ga bisa ketebak, ketimbang V'Lane yang seduktif tapi ada maunya. Sayang juga di buku ini saya ngerasa adegan Barrons cuma sedikit, hiks.

Buku ini juga lebih banyak aksi dan akhirnya beberapa hal besar terjadi. Tidak hanya sekedar berburu, karena Mac juga harus berpacu dengan waktu untuk mendirikan tembok penghalang kembali. Banyak tokoh penting bermunculan seperti Dani O'Malley yang menjadi semacam teman dekat Mac. Dan baru di Faefever inilah akhir bukunya benar - benar menggantung, dengan suatu hal yang buruk terjadi pada Mac! Saya sendiri ngeri waktu baca adegan itu, karena kalau saya jadi Mac, ga bisa bayangin. Apa yang terjadi pada Mac? Yah, silakan dibaca aja buku ini ;)

Fever sendiri kabarnya mau dibuat filmnya oleh Dreamworks. Tapi mungkin juga hanya kabar, karena masih simpang siur. Walau begitu, saya sekarang tahu kenapa Fever series dianggap fenomenal di kalangan pecinta genre paranormal romance dan urban fantasy, setara dengan seri Sookie Stackhouse. Penggemar urban fantasy yang menyukai element Fae dalam bukunya, wajib baca seri ini! :)

Rating Cerita



Sensualitas
 

Untuk pertama kalinya, ada adegan seksual dalam buku ini. Walaupun tidak eksplisit dalam segi penjelasan, tapi cukup ekstrim juga (terutama untuk otak kayak saya ini :)) )

Check it Out

So much of the reading/learning I do these days is online. I decided, then, that every once in a while, maybe once a week, maybe once every six weeks, I am going to put up a post highlighting a few pieces I especially enjoyed, or learned from, or think other people might learn from.

First, an event all my fantasy-loving friends might enjoy:

In Conversation with Rachel Hartman,
Stefan Bachmann, and Christopher Paolini
10/28/12 2PM - 3PM 2012
Rachel Hartman, author of the critically acclaimed, instant New York Times bestseller SERAPHINA; Stefan Bachmann, author of THE PECULIAR (Harper Collins), and Christopher Paolini, author of the international bestselling series the Inheritance cycle and, most recently, the INHERITANCE Deluxe Edition. These three authors will discuss their inspiration and their characters, and also take viewer questions.
 ***********

Next, a couple of posts from Michael Rosen that ll  my poetry-loving/teaching friends will enjoy.
First there is a great piece, "What Poetry Does."
"A good deal of poetry is a kind of 'portable philosophy'. That's to say it expresses quite difficult or challenging ideas in ways that can be carried around in your head." 
"Perhaps (poetry is) a way of concentrating thought in the midst of action."
"Poets make the things we know unfamiliar (often but not always through metaphor, simile, personification etc). Poets also find unfamiliar things and tell us about them in ways that we come to know them, feel them or understand them. You could argue that if education just did this, it would have done a good job. "

And another great poetry-related post by Michael Rosen, "Twenty Things to do in Your Classroom."

********

This year, everyone has been talking about the book WONDER, for good reason, I think. It's an amazing book, with a really powerful message. Last week I stumbled across the website, "Including Samuel" that has a similar focus. "Including Samuel" is the website of photojournalist Dan Habib. Habib has a son named Samuel, who is in a wheelchair because of cerebral palsy. As I understand it, Habib made a film about Samuel, which has morphed into a much larger project. This website has clips, and other ideas for ways people could make their schools and communities kinder and more supportive places.

********

And then probably my favorite time-wasting websitess- puppies!

This summer, I started following a website. www.explore.org. They had a 24 hour webcam set up in at the Warrior Canine Connection, an organization that breeds golden retrievers (my favorite) and labrador retrievers for soldiers coming with PTSD. Those puppies have moved on to training homes, but you can still watch the highlight reel and read the comments, (look for the ones from Warrior Canine Connection because those are from Molly, the director of WCC and contain lots of great information about service dogs).

Another camera on the EXPLORE website shows a farm that breeds great danes for mobility dogs. There are lots of other great cams on this site- this summer, for instance, I watched brown bears catching salmon in Alaska. Fascinating!

Happy Saturday!

POETRY FRIDAY



FREEDOM'S A CALLIN' ME is a series of poems, narrated by a runaway slave, chronicling his attempts to escape his life on a plantation in the south and travel north to freedom. Here area few samples:

FREEDOM’S A CALLING ME
the overseer’s got his hands busy
but I hear that whip bouncing off somebody’s back
bouncing like thousands of toddlers yelping
but it aint but one or two slaves aint picking quick enough
but he aint looking over here           
this here is my chance to get
right out of here…

NEVER AGAIN
he got us hanging like hogs or fresh beef
with us wiggling under
under a rawhide whip
like that going to scare us…
But they are also hopeful.

THE NORTH STAR
…this is a time to follow the north star
‘cause that’ll lead them to freedom somewhere ‘way from here
they sang about it/how the north star was goin to save them
they dreamed about it huddled in caves and under huge trees
& every night they were on their way north
closer to freedom
always followin the north star
This is not a poetry book for young children.The poems are vivid and graphic and strong, perfect for a middle or high school history class. I could also see myself using them in a writing lesson on voice or as an example for multigenre research reports. Or just simply reading the book aloud, because words this strong deserve to be/must be read aloud.

Ntozake Shanghe's words are accompanied by Rod Brown's gorgeous oil paintings.  You can see a few of those illustrations and poems, here,  at the publisher's website. (I believe I read somewhere that Shange wrote the poems after Brown did the paintings, but I could not find that to verify it this morning).  Shange and Brown have evidently paired up at least once before, in WE TROUBLED THE WATERS. I don't know that book, but I will definitely  be looking for it when I head to the library today.

This is a book I need to own. This is a book people need to know.

BOOK DRAGON  also reviewed FREEDOM'S A-CALLIN ME.

POETRY FRIDAY is at TEACHER DANCE. Head over to Linda's blog and enjoy some great poetry.

Good news for now!

Thanks, you guys, for your nice comments.

I spent some time at the doctor, who told me that the retina has not detached (yay!) . . . yet (boo!).  Actually, I'll probably be fine.  Most people get "floaters" and "flashes" as they age.  AGING!  WHAT AN ADVENTURE!  I just have an extreme case of it.  However, the onset was a little dramatic.  Also, he said, people who have had cataract surgery and who are as near-sighted as I am have a twenty times greater chance of having the retina issue, so we are in observation mode for now.




WE ARE ALMOST BOOKED UNTIL THE END OF THE YEAR!!!

We truly appreciate your support!!  If you are needing a cake within the next couple of months, please book as soon as possible.  Only a few spaces left!!!

MISS PEREGRINE'S HOME FOR PECULIAR CHILDREN

You know that old adage, "You can't judge a book by it's cover?" I think that's true. To some degree anyway. At the same time, I have to admit that I passed by MISS PEREGRINE'S HOME FOR PECULIAR CHILDREN for months. Because of its cover. The cover creeps me out. So much so that when my book club decided to read this book, I considered looking for a brown paper bag to make a book cover, like I used to have to do with textbooks when I was in junior high. The cover of this book just flat out gave me the creeps. I didn't want to read it.  I also really don't like paranormal fiction. That creeps me out too. But my book club chose it. So I read it. And actually liked it quite a bit.

Jacob is a doesn't-fit-in-with-the-crowd teenager, working at a family owned drugstore chain, when he gets a phone call from his grandfather, a Holocaust survivor suffering from dementia. Jacob's grandfather wants the key to a gun cabinet, which Jacob's parents have taken, because he believes someone is trying to hurt him. Jacob goes to check on his grandfather, and walks right into a frightening family mystery.

Without giving away the story, the mystery involves some photographs from the grandfather's childhood. The photographs are supposedly of children that Jacob's grandfather met when he was sent from Poland to Miss Peregrine's home on an island in Wales (I think?)  during World War II. Each of the children is doing something peculiar-- the little girl on the cover, for example, levitates. Another child lifts boulders, and still another has a mouth in the back of her head. Jacob has always believed the photographs were tricks done by a clever photographer. A letter and old book, left by his grandfather, convince him otherwise, and Jacob decides he must visit Miss Peregrine's home and solve his grandfather's mystery.

This book is sure to be a winner with the middle and high school set. It starts with a really vivid crime scene. They'll love that. It's creepy. They'll love that. It has an element of time travel. They'll love that. And it's illustrated with weird photographs of peculiar people, which the author collected, and then incorporated into the story. I wondered, throughout the book, how the author found so many weird pictures. If I wasn't so dang busy at work right now, and didn't have a grant that had to be finished before I go to work this morning, t would go looking for an interview to learn more about his process.

This is supposed to be the first book in a series. I'm pretty sure it's a series that teen readers are going to love.

Isnt she a pretty princess

As some of you may remember from my post the other day, i am now on the design team for the digi garden, well here is another card i made using thier images!!! isnt she lovely, thier images are all cute and so easy to colour in.
-
Today sees the beginning of a new challenge over at Dutch dare card challenges and I made this card for the design team there, the theme is.....................RIBBON AND LACE.
the papers i used are from an old paper pad magazine freebie from kate knight,
I put star dust stickles on the edges to give it that bit extra sparkle, and the brads in the middle of the flowers look like buttons, and the dream come true ticket stamp is a whimsy stamp, these are so versatile.
I would like to enter these challenges
1.Pennys - Ribbon and /or buttons
2. Totally gorgeous - Bling it on
3. The poodles parlour - Anything goes (3rd entry)
4. Fussy and fancy - Anyhting goes
5. Cute card thursday - Got glitter
6. C.R.A.F.T  - Use metal (metal brads)
 
Thanks for popping by and taking a few minutes to have a nosey at my blog and my card lol, im sorry i dont get to comment on yours often but please know that i read all my comments and i really appreciate them all.
 
hugs xxx
 
Photobucket

Review : Treachery in Death oleh J.D. Robb

Judul : Treachery in Death
Pengarang : J.D.Robb
Penerbit : Berkley
Tebal : 372 halaman
Diterbitkan pertama kali : 26 Juli 2011
Format : Mass Market Paperback
Target : Dewasa
Genre : Thriller Suspense Romance
Bahasa : Inggris
 
Seri : In Death
Buku ke- : 32 (tiga puluh dua)
Status : Punya sendiri

Web Pengarang
  Order di : Bookdepository
English Review at Goodreads :
click here


Sinopsis


In the latest from the #1  New York Times  bestselling phenomenon, Eve Dallas tracks down those who break the law—including the ones sworn to uphold it. 
Detective Eve Dallas and her partner, Peabody, are following up on a senseless crime—an elderly grocery owner killed by three stoned punks for nothing more than kicks and snacks. This is Peabody's first case as primary detective—good thing she learned from the master.
But Peabody soon stumbles upon a trickier situation. After a hard workout, she's all alone in the locker room when the gym door clatters open; and-while hiding inside a shower stall trying not to make a sound—she overhears two fellow officers, Garnet and Oberman, arguing. It doesn't take long to realize they're both crooked—guilty not just of corruption but of murder. Now Peabody, Eve, and Eve's husband, Roarke, are trying to get the hard evidence they need to bring the dirty cops down—knowing all the while that the two are willing to kill to keep their secret.

Review



Sudah tiga puluh lima buku (yang terbaru di Amrik adalah Delusion in Death) dan belum ada tanda seri favorit nomer 1 saya ini (dan juga hero favorit nomer 1 saya, Roarke, uhuk - uhuk :)) ) akan berakhir. J.D.Robb sendiri bilang seri In Death akan tamat setelah Eve dan Roarke punya anak. Sayangnya sepertinya mereka masih happy tanpa anak, dan walau saya kadang ngedumel nih seri kok ga tamat - tamat, sesungguhnya berat juga rasanya kalau suatu saat saya ga bisa baca cerita Eve dan Roarke lagi :'(. Treachery in Death adalah buku In Death yang ke 32 (!). Mengingat edisi terjemahan masih sampai buku 14 yaitu Reunion in Death, dan bukunya aja cuma keluar 3 kali setahun (dan kadang suka ga pasti keluarnya), yah tinggal dihitung berapa tahun lagi pembaca setia edisi terjemahan baru bisa baca ini :)). Iri sama saya yang udah baca? Iri aja gapapa #dijitak.

Treachery in Death dibuka dengan kasus pembunuhan seperti biasa yang melibatkan tiga anak berandalan yang tanpa sengaja membunuh orang tua pemilik toko. Berbeda dengan biasanya, kali ini Delia Peabody, yang sudah jadi detektif, menjadi penyelidik utama sementara Eve hanya membantu. Peabody berhasil menyelesaikan penyelidikan dengan baik, tapi menyadari bahwa dia masih banyak kekurangan. Terutama di fisiknya yang besar, dan menurutnya itu menghambat pergerakannya. Peabody lalu pergi ke gym Central yang sudah lama tak dipakai. Tak disangka, disana dia mendengarkan diskusi dari dua polisi, wanita dan pria, yang mendiskusikan rencana pembunuhan dan pemerasan. Peabody yang menyadari bahwa dua polisi itu adalah polisi kotor, terguncang namun dia melaporkan kejadian itu pada Eve.

Bukan masalah gampang untuk memperkarakan dua polisi korup, karena salah satunya, Renee Oberman adalah putri dari Komandan Oberman, pendahulu Komandan Whitney serta legenda dari NYPSD sampai dijuluki Saint Oberman. Hal yang sulit bagi Whitney dan juga Dr, Mira yang mengenal Oberman, karena tak menyangka sang putri akan melakukan hal yang memalukan kepolisian NYPSD. Tapi Eve tidak ambil pikir, kejahatan tetap kejahatan. Setelah menerima info seorang pecandu meninggal (dimana info ini sebenarnya didapat dari Roarke yang menyamar, tentunya setelah menyelidiki bahwa Renee dan anak buahnya yang membunuh pecandu itu), Eve membentuk team yang terdiri dari Peabody, McNab detektif EDD yang juga pacar Peabody, Feeney dan meminta bantuan detektif IAB, Don Webster. Yang sudah baca buku Judgment in Death dan Conspiracy in Death, pasti tahu Don Webster, yang dulunya mantan Eve. Lucunya, di buku ini juga Webster masih suka canggung saat bertemu Roarke :p. 

Eve berusaha memperkarakan Renee yang juga sama - sama berpangkat letnan di bagian Illegals (atau bagian yang mengurusi Narkoba). Eve menemukan fakta bahwa nyaris semua polisi di Illegals adalah polisi korup dan anak buah Renee. Renee sendiri tidak seperti Eve yang cuek dengan penampilan. Dia sadar akan kemampuan dirinya sebagai wanita untuk memanipulasi orang, terutama pria, dan memerintahkan semua anak buahnya untuk berpakaian rapi, teratur serta tidak membawa barang pribadi seperti foto keluarga di kantor. Renee juga ahli berkelit. Namun tidak semua anak buah Renee patuh padanya, dan ini menjadi salah satu kartu truf Eve.

Masalah semakin pelik, saat salah satu anak buah Renee yang merasa Eve memojokkan Renee menyerang Eve. Tidak hanya sekali, tapi dua kali. Dan keesokan harinya si polisi ditemukan tewas. Eve harus berpacu dengan waktu untuk memperkarakan Renee. Tidak hanya karena Renee bertanggung jawab atas kematian banyak orang (banyak polisi di bagian Illegals yang tidak patuh dengan Renee, akhirnya tewas di lapangan), namun juga Eve merasa Renee tidak punya kredibilitas sebagai polisi. Dibantu dengan teamnya dan juga suaminya Roarke (ih, kayaknya saya ga terlalu bahas Roarke kali ini ya X) ), Eve bertekad akan memasukkan Renee ke tempat yang paling cocok untuknya, yaitu penjara.

Treachery in Death adalah salah satu buku terbaik dari seri In Death. Bisa dibilang buku ini jauh lebih banyak aksi dan seru. Pelakunya sudah ketahuan dari awal, tapi proses yang dilakukan Eve untuk menjebak dan menangkap pelakunya ini yang menurut saya keren banget. Orang yang baru baca seri ini jelas akan bingung, karena itu memang harus baca dari awal. Jangan jiper lihat jumlahnya yang sudah tiga puluhan buku lebih, seri ini worth it banget kok! ;D. Banyak momen - momen menarik yang bikin saya tersenyum di buku ini. Seperti saat Mavis dan putrinya datang ke kantor Eve, lucu banget liat Eve yang ga tahu cara memperlakukan bayi itu seperti apa. Perseteruan Eve dan Renee juga sangat asyik dibaca. Keduanya sama - sama letnan yang berpengaruh, dan sama - sama wanita. Tapi begitu berbeda bagai langit dan bumi. Seperti banyak orang, Renee menuduh Eve menikah dengan Roarke karena uang, hal yang dilakukan Renee. Renee tidak tahu kalau Eve menikahi Roarke karena Roarke handal di tempat tidur, hihihihi :)).

Di buku ini juga kita akan membaca banyak perkembangan dari tokoh - tokoh di buku ini. Seperti kegalauan Dr. Mira untuk membantu kasus ini karena kenal dengan ayah Renee, lalu hubungan Peabody dan McNab yang semakin langgeng. Dan akhirnya, Don Webster dapat pacar juga di buku ini. Si gadis yang beruntung itu adalah Darcia Angelo, chief security di Olympus Resort milik Roarke. Kebetulan ga sih? Yang pasti Webster sekarang sudah bisa move on dari Eve :)). Lalu ada orang baru di divisi Pembunuhan, yaitu detektif Santiago yang doyan banget mengucapkan kata - kata kotor tapi sangat menghormati Eve. Seperti biasa juga di buku ini Eve dan Summerset masih belum baikan. Sepertinya sih dua orang ini ga akan pernah baikan sampai akhir hayat. Untuk Roarke sendiri? Ga banyak kata, he's perfecto as always! Di awal cerita sempat bertengkar dengan Eve, tapi akhirnya mereka baikan. Dan tahu dong cara mereka baikan kayak gimana ;). Roarke juga mendukung Eve dalam penyelidikan, kemampuannya sebagai eks kriminal juga sangat membantu. Yang pasti sih, dia tetep keren dan bikin saya mendamba tiap baca dialognya ;)).

Treachery in Death sendiri mempunyai pesan yang sangat dalam. Masalah korupsi di kepolisian (dan juga badan negara) adalah hal yang sangat fatal. Di buku ini, korupsi itu dalam bentuk penyalah gunaan jabatan yang dilakukan oleh Renee. Saya jadi berpikir, seandainya semua penegak kebenaran itu seperti Eve, berdedikasi tinggi, punya kredibilitas dan tanggung jawab, serta melakukan tugasnya dengan sepenuh hati (apalagi Eve menganggap pekerjaannya adalah hidupnya, masih ingat kan dengan adegan di Conspiracy in Death dimana Eve down karena badgenya diambil), maka dunia ini akan bebas dari korupsi. Memang seperti angan - angan di siang bolong, tapi bukan tidak mungkin. Saya sendiri berharap, mengesampingkan unsur romance dan suspense di buku ini, semoga banyak orang akan meniru sifat Eve yang sangat bagus itu :).

Note : Bagi yang penasaran sama seri ini dan bisa baca buku dalam bahasa Inggris, sekarang sudah banyak yang jual bukunya lho. Bahkan dalam bentuk seken. Yah, buat Roarke, saya musti punya bukunya dalam bentuk kertas kan :p





Favorite Quote :

- “I do love it when you get glassy-eyed over tech. Its not altogether dissimilar when you come" (Roarke) => uhuk, mimisan saya baca ini :))

- "Before you, there was no on I'd want to walk with. No one I'd want to sit by a little pond with. No one," she said again, easing back to look at his face, "before you" (Eve)

- "You were my hero" (Peabody)

- " Anyway, thanks for riding to the rescue. You need a white hat. Good guys wear white, right?
 " I look better in black" (Eve & Roarke)

Rating Cerita



Sensualitas
 

 Semakin lama adegan intim di seri In Death semakin mild atau tidak eksplisit. Hanya ada dua adegan intim di buku ini, yang dua-duanya bagi saya sih klasik banget, yaitu di shower sama di taman. Yah, cuma baca adegan yang ada Roarke aja saya sudah deg - degan dan mau mimisan :)).

Review : Thief of Shadows oleh Elizabeth Hoyt

Judul : Thief of Shadows
Pengarang : Elizabeth Hoyt
Penerbit : Grand Central Publishing
Tebal : 360 halaman
Diterbitkan pertama kali : 26 Juni 2012
Format : e-book
Target : Dewasa
Genre : Historical Romance
Bahasa : Inggris
Seri : Maiden Lane
Buku ke- : 4 (empat)
Status : Penerbit via Netgalley

Web Pengarang
  Order di : Bookdepository
English Review at Goodreads :
click here


Sinopsis


A MASKED MAN . . . 

Winter Makepeace lives a double life. By day he's the stoic headmaster of a home for foundling children. But the night brings out a darker side of Winter. As the moon rises, so does the Ghost of St. Giles-protector, judge, fugitive. When the Ghost, beaten and wounded, is rescued by a beautiful aristocrat, Winter has no idea that his two worlds are about to collide.

A DANGEROUS WOMAN . . .

Lady Isabel Beckinhall enjoys nothing more than a challenge. Yet when she's asked to tutor the Home's dour manager in the ways of society-flirtation, double-entendres, and scandalous liaisons-Isabel can't help wondering why his eyes seem so familiar-and his lips so tempting.

A PASSION NEITHER COULD DENY

During the day Isabel and Winter engage in a battle of wills. At night their passions are revealed . . . But when little girls start disappearing from St. Giles, Winter must avenge them. For that he might have to sacrifice everything-the Home, Isabel . . . and his life.

Review



Oke, kayaknya dulu saya dengar kabar bukunya Elizabeth Hoyt yang judulnya The Raven Prince (aka Pangeran Gagak) mau diterbitkan disini. Bahkan saya sudah berniat mau ngadain giveaway yang hadiahnya buku itu. Sayang, masih belum ada kabar beritanya :(. BTW, untuk karya Elizabeth Hoyt sendiri, saya baru baca serial dia yang relatif baru, yaitu seri Maiden Lane. Seri ini menceritakan tentang keluarga Makepeace dan orang - orang disekitarnya. Berbeda dengan Hisrom kebanyakan yang menceritakan keluarga bangsawan, keluarga Makepeace adalah rakyat biasa. Ayah kakak beradik Makepeace adalah pembuat bir yang memiliki rumah yatim piatu yang menampung anak - anak terlantar di jalan St Giles. Buku pertama menceritakan Temperance, anak kedua keluarga Makepeace, buku kedua menceritakan bangsawan lain yaitu Lady Hero Batten, buku ketiga menceritakan Silence, adik Temperance. Dan di buku keempat ini, menceritakan Winter Makepeace, putra bungsu keluarga Makepeace, yang memiliki dua kehidupan.

Tidak ada yang mengira Winter Makepeace yang pendiam, serius, dan membosankan, serta menjadi pengurus rumah yatim piatu di siang hari, adalah sang legenda Ghost of St Giles. Ghost of St Giles dianggap sebagai pembela kebenaran yang membasmi penjahat di St Giles yang memang merupakan daerah kumuh. Pada suatu waktu Winter yang sedang menjadi Ghost terluka parah, pahanya tertusuk oleh pedang ketika dia berusaha menyelamatkan saudara perempuannya Silence (ini terjadi di buku tiga, dan saya belum baca). Saat dia terkapar di jalanan, Winter diselamatkan oleh Lady Isabel Beckinhall. Isabel yang tidak tahu kalau identitas Ghost adalah Winter (walau sebelumnya dia pernah bertemu dengan Winter) membawanya ke rumahnya dan merawat sang Ghost. Isabel yang seorang janda, tentunya lebih berjiwa "petualang" dibandingkan wanita London pada abad 18an, dia merasa tertarik pada sang Ghost, terutama setelah membuka seluruh bajunya. Reaksi yang wajar sebenarnya #ehm ;). Sayangnya pada saat dia membuka topeng Ghost (yang seperti topeng Harlequin), di baliknya Ghost memakai kain untuk menutup matanya. Setelah sang Ghost sembuh, dia pun meninggalkan Isabel yang jengkel dan juga penasaran.

Di lain waktu, Lady Isabel yang tergabung dalam perkumpulan yang membiayai rumah yatim piatu milik Winter, mendapati Lady Penelope, salah satu temannya berniat mengganti Winter sebagai pengurus, karena merasa Winter kurang sociable di lingkungan bangsawan. Wajar sebenarnya, karena Winter memang orang biasa, dan kesibukannya dalam mengurus para yatim piatu membuatnya tak sempat belajar aturan para bangsawan. Isabel lalu menyanggupi untuk mengajari Winter bagaimana cara berbaur dengan kalangan bangsawan, mulai dari table manners, cara berdansa, cara menyapa orang dan lain - lain. Bayangkan betapa bosannya Winter! Tapi demi anak - anak asuhnya, dia pun menyanggupi, walau di lain sisi dia mengira bahwa ini hanya permainan Isabel. Isabel yang lebih tua 6 tahun darinya dan lebih berpengalaman dalam segi olahraga tempat tidur. Yup, Winter ini selain kaku, juga masih perjaka rupanya :p.

Winter mendapati berita yang tidak mengenakkan saat menolong anak terlantar di St Giles. Seorang kelompok bernama "lassie snatcher" menculik anak - anak, terutama anak perempuan, untuk kemudian memaksa mereka bekerja menjahit stocking yang akan dijual pada para bangsawan. Salah satu anak yang ditemukannya, menggenggam sepucuk kertas dengan segel bangsawan milik Lord D'Arque. Kebetulan pada salah satu pesta dansa Winter bertemu dengan Lord D'Arque, dan Winter ditantang sang Lord untuk menunjukkan bahwa dia juga bisa berlaku sebagai bangsawan. Jika Winter kalah, maka posisi pengurus rumah yatim piatu itu akan diambil oleh Lord D'Arque. Esoknya pada saat Isabel dan Winter pergi ke theater untuk menonton opera, Isabel merasa jengkel dengan Winter yang tidak terlihat dimanapun. Saat itulah dia bertemu dengan Ghost of St Giles! Isabel yang tak bisa menahan hasratnya (haduh bahasanya X) ) mencium sang Ghost (dan juga melakukan hal lain, yang... lebih detilnya baca review saya di Goodreads deh). Dan akhirnya Isabel mengetahui kalau identitas Ghost tak lain adalah Winter, lelaki yang menyita perhatiannya selama ini. 

Namun, pada saat yang bersamaan terjadi pembunuhan salah satu bangsawan, dan sang Ghost menjadi yang tertuduh. Isabel yakin Ghost atau Winter bukan pelakunya, karena saat itu Winter sedang bersama dengan dirinya. Winter pun melarikan diri dari kejaran inspekstur polisi, dan melihat kereta kuda Isabel, dia masuk ke dalam. Disana, tanpa bisa menahan diri, Isabel dan Winter memulai hubungan seksual mereka yang pertama. Bagi saya sih, ini kurang romantis, karena selain dilakukan di dalam kereta (walau adegan seperti ini jamak ada di novel hisrom), kesannya juga terburu - buru. Namun, setelah itu Winter pun pergi ke rumah Isabel, memintanya untuk mengajarinya menjadi pria yang sejati :)). Winter sebenarnya takut, Isabel akan membangunkan "binatang buas" dan kegelapan dalam dirinya yang sudah ditahan Winter selama ini. Tapi Winter sudah tidak mau menahan perasaannya, apalagi dia menyadari bahwa sebenarnya dia mencintai wanita itu. Sayangnya, Isabel berusaha menolak, karena status mereka yang berbeda. Belum lagi jika Winter ingin menikahi Isabel, dia harus berhenti menjadi Ghost of St Giles, sementara banyak orang yang membutuhkan pertolongan Ghost. Manakah yang akan dipilih Winter?

Saya sendiri membaca Thief of Shadows sebagai bagian dari group challenge dengan tema "virgin hero". Hihihi, jujur kalau baca novel, saya lebih suka baca yang heronya belum pengalaman sama sekali. Kan asyik aja gitu, atau mungkin saya bosen baca cowo playboy yang doyannya ganti pasangan walau akhirnya tobat dan komit sama satu orang, hehehe. Di luar itu, Elizabeth Hoyt adalah salah satu pengarang historical romance yang saya suka baca bukunya. Beliau memasukkan aspek psikologis dan misteri dalam bukunya. Biasanya di novel, yang mengalami konflik batin hanya satu pihak (biasanya tokoh pria) dan akan diselamatkan oleh pasangannya. Tapi dalam novel - novel Hoyt, kedua tokohnya sama - sama memiliki konflik batin yang pelik, dan dia menunjukkan bahwa cinta dan hubungan antara dua orang bisa menyembuhkan konflik itu.

Winter adalah lelaki yang membosankan, kaku, merasa bahwa tanggung jawabnya sangat besar, bahkan tidak sanggup memeluk saudaranya sendiri atau anak asuhnya. Kekakuannya ini karena Winter berusaha menahan kegelapan dalam dirinya, dan menjalani kewajiban sebagai Ghost of St Giles dengan patuh. Kesibukannya di rumah yatim piatu membuatnya tidak sempat bersenang - senang. Walau begitu, Winter adalah pria yang sebenarnya romantis. Dia hanya ingin mencintai satu wanita selama hidupnya, bercinta dengan satu wanita dan menikah untuk seumur hidupnya. Saya suka sama tipikal hero yang seperti ini :). Apalagi setelah bertemu Isabel, Winter akhirnya perlahan - lahan melepas beban hidupnya, bahkan pada akhirnya dia sanggup tertawa, hal yang tak pernah diduga oleh Isabel.

Saya juga menyukai Isabel, dia adalah tokoh wanita yang kuat dan percaya diri. Saya tidak keberatan membaca tentang janda. Saya justru menyukai Isabel yang tidak malu - malu dan penuh sensualitas. Walaupun begitu, Hoyt membuat Isabel terlihat seimbang dengan membuat Isabel tokoh yang rapuh di dalam. Isabel tidak mencintai suami terdahulunya yang berusia 60an, tapi juga tidak membencinya. Isabel tahu bahwa pernikahan mereka hanya berdasarkan pertemanan dan bukan cinta. Tapi hatinya hancur, ketika mengetahui suaminya memiliki anak lain dengan gundiknya, sementara disisi lain Isabel mandul. Hal yang juga membuat Isabel sempat menolak lamaran Winter. Walau terluka secara batin, Isabel tetap mengangkat anak simpanan suaminya, Christopher dan menyayanginya layaknya putranya sendiri. Berkat Winter juga lah, Isabel akhirnya mampu menerima Christopher dengan hati tulus.

Misteri di buku ini terjalin cukup rapi. Kita dibuat menebak -nebak siapakah pelaku di balik kelompok "lassie snatcher". Apakah benar Lord D'Arque pelakunya atau yang lain. Sayang, tidak dibahas siapa pembunuhan salah seorang bangsawan di buku ini. Mungkin akan dibahas lebih lanjut di buku selanjutnya, Lord of Darkness. Walaupun Thief of Shadows adalah buku keempat seri Maiden Lane, tapi buku ini bisa dibaca sendiri. Meski begitu, saya sarankan untuk membaca buku - buku sebelumnya (Wicked Intentions, Notorious Pleasure dan Scandalous Desire) supaya lebih mendapat gambaran. Semoga saja seri Maiden Lane ini diterbitkan di Indonesia (walau saya kurang yakin, karena adegannya banyak yang lumayan erotis soalnya :)) )


Trivia

Disamping ini adalah stepback dari cover Thief of Shadows. Diambil dari adegan di theater, dan disampingnya ada topeng ala harlequin yang dipakai oleh Ghost of St Giles. Seksi kan ya? ;)





 Favorite Quote :

“Wear you social mask at your balls and parties and when you visit your friends out there, but when we are alone, just the two of us in here, promise me this: that you'll show me only your real face, no matter how ugly you might think it. That's our true intimacy, not sex, but the ability to be ourselves when we are together"

Rating Cerita :



Sensualitas

 Elizabeth Hoyt dikenal dengan adegan intimnya yang menurut saya cukup intens (baik dari jumlah maupun sensualitasnya :)) ) Tidak terkecuali dengan buku ini, walau menurut saya kalau dibandingkan dengan novel hisrom lain karya Lisa Kleypas, sebenarnya masih bisa ditolerir.