Kilas Balik Januari 2012


Saat saya menulis postingan ini (walau postingannya diterbitkan tanggal 1 Februari), saya baru inget kalau hari ini adalah hari terakhir bulan Januari 2012. Begitu cepatnya waktu berlalu, tak terasa saya sudah hampir 3 bulan lebih di Jakarta. Di kota asing yang sampai saat ini saya masih berusaha hidup tanpa harus terbawa arus (ciee, ga jelas banget inih :p). Dan saya jadi lebih rajin ngeblog di Januari. Walo indikasi "rajin" itu postingan ga sampe 10. Masih mending daripada bulan Desember kan? :P

Jadi, apa saja yang terjadi di blog saya di bulan Januari ini? Cekidot ya :
- Buku yang dibaca

Saya membaca buku di bulan ini sekitar sembilan buku. Beberapa saya review, beberapa saya pending reviewnya sampai bulan depan, atau mungkin malah kelupaan. Tapi seengganya saya sekarang lebih rajin mereview buku - buku yang saya baca. Berikut ini buku - buku yang dibaca bulan Januari :
~
Dreams of The Dark Warrior oleh Kresley Cole : review di sini.
~
Goodnight Tweetheart oleh Teresa Medeiros : review di sini.
~
Immortal Rider oleh Larissa Ione : review di sini.
~
The Naked Traveler 1 oleh Trinity : 4 mangkuk mie.
~
The Naked Traveler 2 oleh Trinity : 3 setengah mangkuk mie.
~
Warna Tanah oleh Kim Dong Hwa : 4 mangkuk mie
~
SEALs of My Dreams oleh Various Authors : review di sini.
~
The Hunger Games oleh Suzanne Collins : review di sini.
~
Kiss of Snow oleh Nalini Singh : review di sini.
- Posting Bersama BBI


Sejak saya bergabung dengan BBI atau Blogger Buku Indonesia, banyak event - event menarik yang saya ikuti bersama mereka. Salah satunya adalah kegiatan posting bersama. Dimana kami membuat suatu topik khusus, lalu bersama - sama memposting tentang topik itu di hari dan jam yang telah ditentukan . Postingan bersama BBI di bulan Januari ini adalah :

~
5 karakter cowo yang kamu anggap pantes jadi pacar (atau suami, in my case ;) ) . Bisa diliat postingannya di sini . BTW, postingan ini juga yang paling banyak pengunjungnya. Saya harap sih jangan pada mimisan dan ninggalin pacar aslinya ya, setelag liat apa yang ada di post itu :)).
~
Review kumcer. Kumcer atau kumpulan cerita pendek, atau saya ngehnya kalo di luar negeri itu anthology. Seperti biasa, saya posting yang lain dari yang lain, yaitu kumcer tentang Navy SEALs di SEAL of My Dreams. Sambil berharap, kapan pengarang Indo bikin cerita tentang angkatan bersenjata di negeri kita (minimal polisi lah!)
- Intermezzo

Untuk bulan ini saya membuat tiga postingan intermezzo, yaitu :
~
Postingan Bersama BBI : Top 5 Book Boyfriend (or Husband)
~
Kilas Balik 2011 : Membahas buku - buku terbaik tahun 2011. Baca postingnya di sini.
~
Liputan Khusus, : pengalaman saya berburu buku gratis di TB Leksika . Baca artikelnya di sini
~
Intermezzo bulanan : Buku - buku baru apa saja yang ada di lemari buku saya. Baca postingannya di sini.

Untuk bulan Februari , ini adalah beberapa rencana postingan yang akan saya buat. Silakan cek ya ;) :
- Review (untuk yang sudah pasti saja):

~
A Discovery of Witches oleh Deborah Harkness (bukunya sedang saya baca sekarang)
~
Firelight oleh Kristen Callihan. (karena dapet dari netgalley, dan bukunya terbit tanggal 31, jadi harus cepet direview)
~
The Book of Lost Things oleh John Connoly (rencana baca bareng dengan Mery Riansyah)
~
Lothaire oleh Kresley Cole (karena saya sudah kebelet pengen baca ini :)) )
- Reading Challenge:

Sebenarnya saya ikut 3 reading challenge. Saya berencana membuat postingan lengkapnya di bulan Februari ini, dan update apa yang saya baca di bulan Januari dan Februari.

- Postingan Bersama BBI :

~
Cover Terburuk menurut anggota BBI (sepertinya ini masih rencana)
~
Review Mockingjay : 10 Februari 2012
~
Review Fantasy Fiesta : 13 Februari 2012
- Postingan untuk Goodreads Indonesia :

~
Review The Naked Traveler 1,2 dan 3 oleh Trinity, untuk kategori Buku Non Fiksi - Buku Perjalanan
~ Review salah satu buku Fantasy karangan orang Indonesia untuk kategori Buku Fiksi - Fantasy Indonesia (saya masih cari bukunya nih)
- Intermezzo :

~
Kilas Balik 2011 : Buku terburuk 2011
~
Kilas Balik 2011 : Author Favorit 2011
~
Buku Baru Februari 2012
~ Tips - tips menulis romance dari salah satu penulis Indonesia, Christian Simamora.
~ Cover favorit.
~ Serba - serbi dan tips tentang giveaways.

Wow, bulan Februari akan jadi bulan yang sangat sibuk buat saya! Semoga walau saya sibuk kerja, tetep bisa aktif ngeblog ya. Dan akan ada kejutan di bulan Februari ini. Apa itu? Tunggu aja! ;)

Buku Baru Januari 2012


Seperti biasa, akhir bulan adalah saat saya "laporan" (baca : pamer :p) buku - buku apa yang masuk dalam lemari buku saya tercinta (lemari yang terbuat dari kardus karena ga ada duit cukup, dan juga tempatnya sempit). Setelah saya perhatikan, buku - buku bulan Januari ini cukup banyak. Hampir 20 biji kalau saya hitung! Ada yang seperti biasa dapet gratisan karena menang kuis, gratisan karena mau dibuat review, gratisan karena berjuang dengan semangat 45', gratisan karena pinjem... Kok gratisan semua ya? :))

Anyway, selain gratisan, saya juga beli beberapa buku. Mungkin karena gajian saya udah full bulan Januari ini, jadinya kalap sedikit tak apa (slogan baru pecinta buku >:D). Beberapa buku saya beli karena ngiler liat sale, beberapa impulsive buying as usual dan beberapa karena memang suka sama gaya nulis authornya dan ngikutin serialnya.

Tanpa basa basi, mari kita cek koleksi buku saya kali ini [cool]

Note : seperti biasanya gambarnya kualitas menengah, karena kameranya juga kamera hape biasa, he he he.

Buku menang kuis/giveaway


Jangan cemburu sama saya. Please, jangan! :p. Tau kan istilah "no pain no gain"?. Heran kenapa saya sering dapet buku dari Amrik, yang kadang dari bookdepository (kalo yang ngirim blogger) atau dikirim sama authornya sendiri? Yah, karena ikut kuis/giveaway udah semacam candu bagi saya (lebay, ah). Jangan khawatir, nanti saya akan bikin postingan tentang giveaway ini, dan ada kejutan menarik lho ;).

Berikut judul - judul buku yang saya menang kuisnya, yang ada di foto ini :
-
Immortal Rider - Larissa Ione : cek reviewnya di sini
-
Alien Proliferation - Gini Koch : Saya sudah menang buku dari Gini Koch sebanyak dua kali. Yang pertama itu dapet bukunya yang judulnya Touch by An Alien. Tante Gini ini baik lho. Kalo dimention di Twitter pasti bales, dan saya suka godain dy juga, hehehe.
-
Devil's Kiss - Zoe Archer : Yang ini benernya menang dari blog. Saya dapet hadiah buat beli buku 15$ di bookdepository. Salah satunya saya pakai buat buku ini, karena saya adalah fans berat Zoe Archer. Genrenya adalah paranormal historical romance.
-
Awakened by Kiss - Lila Di Pasqua : Well, ini benernya datengnya lama buanget! Saya menang kira - kira bulan Oktober. Tapi bukunya baru dateng Januari :O. Usut punya usut, ternyata pas Pak Pos nganterin, rumah lagi kosong. Jadilah akhirnya bayar bea cukai. Tapi Lila itu orangnya juga baik lho (bagi saya semua orang emang dasarnya baik :p). Saya sering ngobrol juga sama beliau, dan selain buku, dia kasih "printilan" kayak dibawah ini.



Ada surat dari Lila buat saya, lalu berbagai macam romance trading card, excerpt novelnya dan juga novel dari pengarang lain. Lalu ada hadiah poster dari Gini Koch.Mungkin bagi orang awam, atau yang ga tau dianggap biasa aja ya. Tapi goodies yang nama lainnya swag ini, jadi barang berharga lho. Terutama yang emang maniak ;).

Buku gratis dari Toko Buku


Buku - buku ini yang saya dapet dari hasil "berburu" buku di TB Leksika, Kalibata City Square. Lebih lengkapnya silakan baca postingan tentang itu di sini.

Buku untuk Direview


Saya dapet ini, ketika salah satu anggota BBI (Blogger Buku Indonesia) Melody Violine, woro - woro siapa yang berminat mendapatkan buku ini. Setelah sesuatu hal yang tak diduga dan sempat pesimis buku ini tak jadi diberikan, akhirnya jadi juga (sepertinya karena ada usaha dari Mbak Truly Rudiono dan Dion Yulianto, yang juga sama - sama anggota BBI. Entah apa yang mereka lakukan :p). Saya jadi ga sabar pengen baca buku ini. Secara ini fantasi karya anak dalam negeri dan saya ingin tau apa kualitas ceritanya bisa disejajarkan dengan karya dari luar negeri :). Nantikan reviewnya tanggal 13 Februari 2012.

Buku Bahasa Inggris yang Dibeli

Untuk buku bahasa Inggris, saya cuma beli dua bulan ini. Bukannya udah ga suka baca buku impor lagi, cuma pesenan saya yaitu Fever serinya Karen Marie Moning , Lothairenya Kresley Cole dan Born of Ashesnya Caris Roane pada datang Februari semua. Jadilah saya lebih banyak beli buku terjemahan. Saya beli seri Nice Girl karya Molly Harper ini, karena emang punya buku yang pertama. Entah kapan saya bisa bacanya #tepokjidat.

Buku Bahasa Indonesia yang Dibeli

Saya cukup bangga, karena bulan ini bisa beli banyak buku terjemahan. Tercatat ada 11 buku yang saya beli. Berikut ini buku - buku yang saya beli :
- The Naked Traveler 1 & 3 - Trinity: Saat iseng - iseng baca tips travelling, ketemu sama blognya Trinity. Dan saya pun akhirnya beli deh. Saya sudah baca buku yang pertama. tapi memutuskan untuk membuat review buku 1,2 & 3 di Februari nanti sebagai bagian dari program Baca Buku Bareng di Goodreads Indonesia kategori buku Perjalanan
- Goodnight Tweetheart - Teresa Medeiros : Karena saya suka Twitter dan saya suka gaya cerita Teresa Medeiros. Liat reviewnya di sini.
- Rayuan dalam Kematian - J.D.Robb : I love Roarke. Enough said
- Hold Me Closer Necromancer - Lish McBride: Beli ini karena baca review di GR , dimana temen saya terlihat cukup menyukainya. Saya emang gampang tergoda kalo baca ripiu di GR
- The Da Vinci Code - Dan Brown : karena harganya yang sangat murah sekali :))
- The Sword of Shannara : Tergoda program diskon Dastan 50%
- The Hunger Games - Suzanne Collins : Karena penasaran pengen liat filmnya. Lagian pas akhir bulan kemaren masih ada sisa banyak, hehehe. Baca reviewnya di sini.
- The Book of Lost Things - John Connolly : Penasaran sama salah satu temen yang suka sama pengarang ini. Lagian saya agak bosen beli romance mulu dan lagi seneng-senengnya liat film seri Once Upon a Time. Masuklah buku ini dalam keranjang :)).

Kenapa dua buku di atas ini difoto terpisah? Well harganya sangat amat murah. Hasil beli di Gramedia saat ada sale 70%. Walaupun saya ga pernah baca buku dari dua orang pengarang ini (Anansi Boys - Neli Gaiman dan Craddle and All - James Patterson), paling ngga saya kan ga rugi - rugi banget gitu seandainya ternyata ga suka sama ceritanya. ;).

Buku pinjaman



Temen yang baik adalah teman yang selalu ada di saat suka dan duka. Bagi saya itu semua tidak cukup. Teman yang baik adalah teman yang sukarela dan mau meminjamkan bukunya tanpa batas waktu (bercanda :P). Saya pinjem karya Neil Gaiman, Stardust dan Good Omens, karena penasaran sama buku terbarunya American Gods yang diterbitin sama GPU. Sayangnya bukunya mahal banget! (ada 125ribuan gitu) Daripada saya beli ternyata g cocok sama gaya ceritanya, akhirnya pinjem deh. Sedangkan yang lain genrenya historical romance, baik terjemahan maupun bahasa Inggris, mulai dari buku karya Julia Quinn, Elizabeth Hoyt, Nicole Jordan, Sabrina Jeffries, dan Lisa Kleypas. Semoga saya sempet bacanya, kan ga enak pinjem lama - lama gitu.

Buku - buku yang saya dapet bulan Januari ini lumayan banyak, bikin hati seneng deh. Dan saya sempat baca The Naked Traveler 1 dan 2, Goodnight Tweetheart, dan Immortal Rider. Seengganya kemajuan lah dari bulan lalu yang baca cuma 2 buku dari yang dipunya, hehehe.

Apa buku barumu di bulan Januari ini? :)

With thanks to : Iestea, Dwi, Videl dan Mami Dian atas pinjeman buku - bukunya :)

Bingo and a DT call

We are playing bingo over at creative craft challenges today....its a really easy challenge so pop over and have a look at the bingo board and all the dt inspirations they are amazing and sure to fill you with lots of ideas!!!!
-
Also we are having a DT call at the moment as well so if your interested you need to check out the deets at CCC and then email me at ...mailto:...creativecraftchallenges@live.co.uk
no experience required.
-
Here are my cards for that challenge
here is the card which i used a kenny k digi image as they are one of our sponsors
 And my other card also using a fabby Kenny K image, this one is my own personal stamp as i had to have her in the flesh so to speak lol,

Id like to enter a couple of challenges for these cards
  1. Party time tuesdays - anything goes
  2. Crafty sentients - punches and/or does
  3. Pollycraft - fave things (pink ...2nd card)
  4. Lollypop - anything goes

Photobucket

At Last! Principle the Ninth

PUT SUCCESS AND FAILURE IN A LARGER CONTEXT.

Or maybe that should read, "Redefine the Terms Success and Failure."

Once when I appeared on a panel, an audience member asked a) how many kids I have and b) how many books I've published. I answered, "I have five kids, and I've published eleven books." And then suddenly THESE surprising words flew out of my mouth: "But I wish I have eleven kids and five books."

Which . . . isn't true. Hello. ELEVEN KIDS? Apparently I just had one of those little mini-strokes you're always reading about. And besides, that's not what I really meant. What I really meant to say is that I have other meaningful things in my life besides a career . . . just like you do. Family. Friends. Hobbies. Cupcakes. Dogs. A church life. Mexican food. Road trips. Satisfying TV shows. Novels. My garden.

Sometimes, though, we start tossing that label FAIL around when we don't achieve what we want to in certain arenas. And we start stretching that label to define everything about us, which is . . . silly. Why devalue the things about our lives that we value?

(BTW m-m-m-m-m. Cupcakes.)

Treasure Round Printers Tray


LOVE the new Twiddleybitz round printers tray.
This will be my example for an upcoming "make and take" class at Scrapworkz in Port Lincoln.
and a few closies....just for LJ ;-)


Thanks for stopping by.
:-)

Okay. Back to Work. Guiding Principle the Eighth

CELEBRATE THE SUCCESS OF YOUR PEERS.

Oh gosh. This can be SOOOOOO hard to do. Especially when you really, really, really, really, really want something someone else has.

True Story. A few (maybe even 15?) years ago I was consumed by envy of another writer* who shall remain nameless. But I will mention that she is incredibly talented. Also physically beautiful. Also downright kind. WHY DO TALENTED, BEAUTIFUL WRITERS ALSO HAVE TO BE DOWNRIGHT KIND? IT MAKES THEM SO HARD TO HATE.

Anyway, my career felt like it was going nowhere at the same time hers shot into the stratosphere. And I will confess that I partook of the Jealousy Apple. I hated feeling like that--all wormy on the inside--but I couldn't help myself.

And then one day those feelings were gone. Poof! Just like that. I hadn't gotten any more successful or mature. I was just the recipient of a strange, supernatural grace. People, I was delivered from myself.

The experience led me to reflect on the nature of envy, which is certainly an enormous occupational hazard. I just knew I never ever wanted to feel consumed by jealousy in that pre-grace way again. Shannon Hale's grandma was right when she said, "Feeling jealous is like drinking poison and expecting it to hurt the other guy." (Thanks for that, Shannon! I quote you and your grandmother on this subject a lot.)

This is why I try hard now to celebrate the success that any of us has a writer. Notes. Flowers. Phone calls. Whatever. Do I still feel jealous? Sure. Sometimes. But who says you can't feel happy for someone else and a little envious at the same time?

After all, we're only human.

*I'm pretty sure you won't guess who it is, so don't worry about it.

Review : Kiss of Snow oleh Nalini Singh

Judul : Kiss of Snow
Pengarang : Nalini Singh
Penerbit : Berkley
Tebal : 427 halaman
Diterbitkan pertama kali : 1 November 2011
Format : Mass Market Paperback
Target : Dewasa
Genre : Paranormal Science Fiction Romance
Bahasa : Inggris
Seri : Psy-Changeling
Buku ke- : 10 (sepuluh)
Status : Hadiah dari temen <3
Web Pengarang Order di : BookdepositoryEnglish Review at Goodreads : click here



Sinopsis


Since her defection from the PsyNet and into the SnowDancer wolf pack, Sienna Lauren has had one weakness: Hawke.
Alpha and dangerous, he lost the woman who would've been his mate long ago. Now he walks alone. But Sienna stirs his primal heart, even as he tells himself she is far too young to handle the wild fury of the wolf.

Yet as they strip away each other's secrets, a deadly enemy is striking at everything the pack holds dear...but Sienna's darkest secret may savage the pack that is her home-and the alpha who is its heartbeat.


Review
Errr. saya bingung mau mulai darimana untuk mereview ini. Karena Kiss of Snow adalah buku ke 10 (sepuluh) dari seri Psy-Changeling, dan kisah buku ini sebenarnya seperti sebuah konklusi kisah kedua karakter utamanya , Sienna Lauren dan Hawke, yang sudah berjumpa mulai dari buku pertama, Slave to Sensation. Belum lagi ditambah dengan ide orisinil tentang 3 ras manusia yang dua diantaranya selalu berperang, setting dunia yang rumit, banyaknya tokoh - tokoh yang juga sama pentingnya. Jadi kalau bukan fans setianya, mungkin akan kesulitan kalau membaca langsung ke buku ini. Tapi saya coba ngereview sebisa mungkin deh.

Di bumi yang bersetting futuristik, manusia terbagi menjadi tiga ras. Manusia biasa, manusia yang memiliki kekuatan super yang berhubungan dengan pikiran yaitu Psy, dan manusia yang dianugerahi kemampuan untuk berubah wujud (shape shifter) menjadi hewan yaitu Changeling. Semua berubah saat kaum Psy mengaktifkan Silence, yang membuat mereka kehilangan emosi. Tujuannya agar mereka tidak terjebak dalam kegilaan dan hasrat untuk membunuh. Sementara Changeling dan manusia bersatu, Psy menguasai perekonomian dunia. Cerita seri Psy-Changeling aslinya dimulai saat perlahan - lahan beberapa kaum Psy kehilangan kontrol atas Silence dan mulai merasakan emosi. Mereka ini juga akhirnya berpihak ke kaum Changeling yang aslinya musuh, dan bekerja sama. Bahkan ada yang menjadi pasangan.

Untuk Kiss of Snow, pasangan Sienna Lauren dan Hawke adalah pasangan Psy dan Changeling. Sienna yang baru saja menginjak umur 20 tahun, sebenarnya sudah lama memendam rasa pada Hawke, yang notabene alpha dari kaum Changeling serigala di San Fransisco, SnowDancer. Apalagi Hawke juga sudah menyelamatkan keluarga Sienna yang menjadi buronan dan desertir di dunia Psy. Tapi Hawke masih teringat oleh pasangan takdirnya yang dulu tewas di usia sangat belia. Membuatnya tak percaya akan mendapatkan pasangan dan menghindari Sienna. Sienna sendiri bukannya tak punya masalah. Selain beda usianya cukup jauh (Hawke sendiri sekitar 30-35 tahun), Sienna adalah X-Psy, sejenis Psy yang kemampuannya berbahaya dan mematikan. Sienna takut dia akan mencelakai Hawke dan juga SnowDancer, tempat yang sudah dianggap rumahnya. Sekarang tergantung Hawke, bagaimana dia mengatasi ketakutannya sendiri dan memperjuangkan hidup dengan Sienna. Karena baik sisi serigalanya dan sisi manusianya menginginkan gadis berambut merah dengan mata yang bagaikan rasi bintang itu untuk dirinya selamanya.

Yang membuat saya menyukai Kiss of Snow adalah, selain kisah Sienna dan Hawke, juga ada kisah untuk karakter pendamping, yaitu antara paman Sienna, Walker Lauren dan Lara, penyembuh di SnowDancer. Gaya penceritaan Nalini sebenarnya sangat lambat, tapi herannya saya suka. Mungkin orang yang ga sabaran bakalan bete, kalau saya malah menganggap gaya ceritanya yang lambat itu indah. Apalagi pemilihan kata - kata tante Nalini bagus banget. Bikin saya terbuai pokoknya, hehehe. Beliau juga sanggup menceritakan antara pasangan yang beda usianya cukup jauh (10-15 tahun) dengan wajar. Membuat kita jadi pengen punya cowo kayak Hawke. Pertamanya keras kepala, arrogan, terjebak di masa lalunya yang pahit. Tapi tunggu sampai dia akhirnya mengincar gadis idamannya. Wow, deh!

Selain menceritakan tentang hubungan tokoh-tokohnya, Nalini Singh juga menceritakan perkembangan di seri ini. Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, kalau belum baca dari yang pertama, memang bakal bingung setengah mati. Ga seperti karyanya tante Kresley Cole yang Dreams of a Dark Warrior (baca review di sini), walau udah buku kesekian sekian, tetep bisa ngeh seengganya. Baca Kiss of Snow harus pelan - pelan dan bolak balik liatin daftar karakter biar ga bengong pas bacanya.

Overall, seri Psy Changeling dan Kiss of Snow adalah salah satu bacaan yang wajib masuk wishlist bagi mereka yang mengaku doyan paranormal romance. Dibandingkan dengan serinya yang Guild Hunter, seri Psy Changeling emang lebih rumit, tapi ga begitu gelap,ga sadis - sadis banget. Tonenya lebih ceria dan berwarna - warni, tapi bukan berarti ceritanya jadi gampang dimengerti. Banyak juga pesan kemanusiaan yang ada di seri ini. Saran saya bacalah buku pertama yang judulnya Slave to Sensation. Denger - denger sih Dastan mau nerbitin seri ini jadi tunggu saja ya ;)
Ekstra :
- Saya suka cover versi UKnya daripada versi US. Abis versi USnya photoshop sih. Heran deh, padahal keluarnya hardcover, tapi covernya malah kayak gitu. Seri PsyChangeling emang ga terlalu beruntung dalam hal cover (walau ceritanya sih bagus banget)

- Saya mendapatkan buku ini dari temen Goodreads saya yang berasal dari Kanada, Annie. Jadi bukan menang kuis lho. Baca kisahnya di sini.

- Ada alasan kenapa buku ini diberi judul Kiss of Snow. Pembaca baru bisa tau menjelang akhir cerita

F
avorite Quote :
You have the power to tear me to pieces, to wound me so deep and true that I‘ll never recover. What Rissa‘s death did to the boy I was? You have the ability to do a thousand times worse to the man I‘ve become.

You’re in my every breath and every thought, intertwined so deep inside me that love’s not a strong enough word—you have my devotion, your name branded on my soul, my wolf yours to command. A hundred years? It’ll never be enough. I want eternity.

Rating Cerita

Dan juga Top Read tahun 2012. Nalini Singh tahu gimana bikin saya seneng dengan cerita-ceritanya.

Sensualitas



Back to Purple

I had a busy week dealing with deadlines and such for the France show. There is still lots to do for the exhibit but I needed to do some sewing to clear my head!


I knew I wanted to stitch this piece heavily. It took a while to decide how to proceed.

I use newspaper as a template instead of marking my fabric with a pencil.

That is why I work on several pieces at the same time. Some need to stay on the design wall and "simmer" until they are ready.

The back fabric was bought in South Africa
but doesn't necessarily mean it is  from there.  I just know it is African.
 -hand dyed and batik designs.

A study done in the 80's by Dr. R. Reiner, of the New York University Medical Center, studied women while playing cards, watching video games, reading the newspaper, painting at an easel and sewing simple projects. He found that heart rates decreased by 7 to 11 beats per minute when women were sewing but increased by 4 to 8 beats during the other activities.

JUST A SECOND- Steve Jenkins

Steve Jenkins is a Colorado author and illustrator. It only makes sense, then, that I would be a charter member of the Steve Jenkins' fan club. As I have said before, I think Jenkins, (sometimes in cahoots with wife Robin Page), writes some of the most interesting and visually attractive nonfiction out there for elementary and yeah, even middle and high school kids. In the past couple of years, I've reviewed lots of Jenkins' masterpieces: Down, Down, Down: A Journey to the Bottom of the Ocean, Bones and Never Smile at a Monkey, and How to Clean a Hippopotamus.

Jenkins' newest book, JUST A SECOND, came out in November. And it's definitely one of my favorites. JUST A SECOND looks at time, but it looks at time in a really unique way. Each two-page spread features 5-7 of Jenkins' classic collage-type illustrations about a certain period of time, all the way from a second to a week. On one of the "one second" spreads, for example, I learned, among other things, that a vulture in flight flaps its wings once, a hummingbird beats its wings 50 times, a bumblebee 200 times, and a midge (a kind of gnat) 1000. There are also pages for "Very Quick" and "Very Long." Many of the pages feature a fact about human population or use of the Earth's resources.

The last few pages in the book are also classic Jenkins- more information on the subject organized in an entirely different way, but also fascinating in their own right. There's a one-page spiral-shaped history of the universe, a bar graph of the Earth's Human Population (with different continents done in different colors), and a two page spread about the lifespans of different plants and animals. Oh, and then there's a history of time and timekeeping.

This one is a winner. So-far it's my nominee for CYBILS nonfiction picture book of 2012.

Here's a link to a New York Times review.

Cards for men - Seeing Red

Well good morning guys, we are back at cards for men with a brand new challenge.....
we are... SEEING RED so come on folks get those red papers and embellies out an get creating!!!
also remember that we are a blokey challenge so it needs to be masculine themed,

We are being sponsored by letraset and they of course are the home of my beloved promarkers
here is my card that i made for my hubby for our impending anniversary in march, the image of course is a kenny k one isnt she naughty!!!!!

Hope you can join us in our SEEIN RED theme and cant wait to see what you make
Photobucket

Berburu Buku... di TB Leksika, Kalibata City Square

Buku gratisan...
Ohhhhh, mendengarnya aja udah bikin merinding, kepala pening, jantung dag dig dug ga karuan dan pikiran ga tenang pengen cabut aja dari kantor (yang pasti yang terakhir emang bener :P). Ketika saya mendengar, lebih tepatnya sih liat postingan Mbak Dina Begum di blognya tentang salah satu program yang diadakan suatu Toko Buku, yaitu Toko Buku Leksika di Kalibata City Square, saya langsung "aha!!". Secara kos-kosan saya di belakangnya Kalibata City Square gitu :P.

Jadilah pada tanggal 10 Januari kemaren, kebetulan pas cek timeline Twitternya Leksika, buku yang dibagikan adalah The Naked Travelernya Mbak Trinity. Pucuk dicita ulam pun tiba (bener ga sih ni pepatah?), kebetulan saya baru beli yang pertama. Memikirkan dapet gratisan yang buku kedua bikin saya gelisah sepanjang hari di kantor, sampai dipandangin rekan kerja. Sesi buku gratisnya sendiri emang diadakan tiap hari dan ada dua sesi yaitu pukul 13:00 dan 19:00. Cara mendapatkannya juga mudah, cuma registrasi pake KTP aja. Cuma, biar adil dan semua punya kesempatan, tiap pelanggan diberi ketentuan boleh mengambil buku gratis seminggu kemudian.

Baiklah, berhubung saya ga bisa ambil yang jam 1 siang (bisa sih, tapi kan panas banget jam segitu), ambil deh yang jam 7 malem. Saya pun cepet pulang dari kantor, ganti baju dan berangkat dengan santainya ke Kalibata City Square (disingkat CS aja kedepannya). Ah, masih jam 6 sore juga. Dan sampailah saya di depan Kalibata CS...

(note : untuk kualitas gambar maaf kalo buram. Hapenya masih tipe biasa- biasa aja sih ^^)



Yup, inilah gambaran Kalibata CS pas malem hari yang saya ambil asal-asalan. Sambil melongo liatin banyak apartemen disana (hehe) dan mikir kayaknya ga mungkin banget ngekos disini, saya pun masuk ke Groundnya Kalibata CS. Eh, perut udah kruyuk-kruyuk. Para cacing ma bakteri udah demo minta dikasih jatah, ya sudahlah saya pun pergi ke D'C**t (disensor ,biar ga iklan banget).


Inilah menu makan malem saya pas itu. Ga penting buanget ya, hehehe. Tapi ini juga jadi salah satu faktor saya nyaris ga dapet free booknya Leksika. Tanya kenapa? Karena saya keasikan makan, sampe nyadar ternyata udah jam 7 kurang 10! Dan saya ga tau Leksika dimana. Akhirnya sesi makan pun selesai, perut masih penuh, saya pun tanya - tanya ke orang - orang. Setelah bolak balik kesasar dan muter - muter tak tentu arah, terlihatlah tempat yang saya cari - cari!


Setelah sempat bengong sebentar (saya emang suka bengong) dan juga ketar -ketir takut ga dapat buku gratisannya, saya pun masuk kedalam. Seorang mbak cantik karyawan Leksika menyambut saya, dan tanpa basa basi saya tanya "dimana ya bisa ambil buku gratisnya?". Bener - bener ga tau malu deh saya, tapi mbak karyawan itu menunjukkan tempat mengambil bukunya dan saya langsung lemes. Selemes - lemesnya. Karena cuma tersisa buku The Naked Traveler no 1, yang saya udah punya. Makin meranalah saya liat antrian di kasir. Dan dalam hati saya berharap ada yang mau kasihkan buku no 2 atau 3. Doa tidak terkabul, saya bete, mengutuk perut saya yang ga bisa nahan lapar, dan akhirnya pun lihat - lihat buku yang ada disana. Disaat saya bingung pengen beli Angels and Demonsnya Dan Brown atau tidak, saya pun liat lagi ke bagian Buku Gratis dan... voila!!


Disana terletak dengan anggunnya, ada The Naked Traveler no 2!! Sebenarnya ada no 3 juga, tapi saya ambil no 2. Entah kenapa ada buku itu disitu. Mungkin ada yang ga jadi ambil dan meletakkan disana. Mungkin mbak karyawannya kasihan liat tampang saya yang desperate abis itu, mungkin Tuhan mendengarkan doa saya. Akhirnya saya bawa buku itu ke kasir , dibungkus dan pulang dengan hati puas. Tentunya tidak lupa bukunya difoto dong, kayak yang diatas ini, hihihihi. Saya pas itu langsung tidur sambil nyengir dan dekep nih buku (boong, aslinya sih langsung baca saat itu juga).

Waktu pun berlalu, sudah waktunya saya bisa ambil lagi free book di Leksika. Pas liat timeline Twitternya, kok ga ada yang menarik di hati ya (maaf, Leksika :P). Sampai pada akhirnya, hari ini tanggal 29 Januari, di saat saya janjian mau ketemu temen FB yang juga penggemar buku, buat gath, saya liat lagi timelinenya Leksika, dan free book hari ini adalah The Red Pyramid karya Rick Riordan!! Wuiiih, saya sampe melotot pas baca Tweetsnya, tapi bingung juga mau ambil yang jam 1, tapi saya ada janji, atau jam 7 malem aja abis pulang gath. Kaki ini udah menuju arah yang berlawanan dengan arah ke Kalibata CS. Tapi pas liat Goodreads, baru tau kalo The Red Pyramid ternyata buku pertama dari seri Kane Chronicles. Akhirnya saya langsung ke Kalibata CS. Dan begonya saya pake sandal hak tinggi, berhubung rencananya mau ngeceng di Plaza Semanggi, tempat gath! Mau ga mau gara - gara ga bisa ganti, nekat pake sandal itu, dan jalan saya udah aneh kayak KWnya Lady Gaga yang gagal :)).

Sampai di Kalibata CS, untunglah masih jam 1 siang. Belajar dari pengalaman dulu, saya langsung ke Leksika, walaupun ada atraksi barongsai di depan pintu masuk. Pas masuk ke Leksika, eh, eh, kok ada yang saya kenal ya. Dan saya pun ketemu salah satu teman FB, GRI, sesama anggota BBI, Melody Violine!! Hayoo, sapa yang belum kenal Melody? :D Kalo belum, add aja FBnya atau follow Twitternya, Melody adalah salah satu anggota BBI dan GRI yang aktif. Dia juga penerjemah dan sempat menerbitkan bukunya sendiri lho :). Akhirnya kami pun ngobrol - ngobrol. Tempat masih sepi, saya pengen ajak foto bareng Melody, tapi dasarnya saya pemalu, jadi ga kesampaian :P.


Akhirnya kami dan juga temennya Melody (yang saya ga tanya namanya, maaf ya Mas. Mana kausnya ada tulisan pemaen favoritku si Robin Van Persie pula!) yang jadi pembicara untuk bedah buku The Red Pyramid jam 2 siang, pun antri di tempat untuk dapet buku gratisnya seperti yang ada di atas ini. Saya pun iseng tanya, bukunya kira - kira ada berapa yang dibagiin. Secara ini buku kan peminatnya banyak. Temennya Melody menjawab mungkin hanya sedikit. Saya pun mulai was - was. Jangan sampai saya ga dapet lagi.



Didepan ini adalah antrian buat dapetin bukunya The Red Pyramid. Wuih mukanya udah ganas - ganas semua, hehehe. Dan tibalah saat yang dinanti - nanti. Petugas Leksika dan pak Satpam dateng bawa bukunya The Red Pyramid, yang ternyata cuma disediakan... 13 biji!! Untungnya saya, Melody dan dua temennya ada di urutan 6 dan seterusnya. Pak Satpam menghimbau mereka yang di urutan ke empat belas untuk menepi, saya jadi kasihan liatnya :P. Tapi gimana lagi, bukunya cuma 13. I'm such a lucky person! Saya sampai bercanda ke Melody, karena ketemu dia, saya jadi dapet The Red Pyramid ^^.



Setelah mendapatkan bukunya, saya pun antri ke kasir. Mbak kasirnya yang ramah menyambut saya, cantik lagi (dasar :P). Apa daya mau ketemu salah satu orang yang saya kenal, yaitu Silvero, yang juga jadi pembicara bedah buku, tapi udah janji gath di Plaza Semanggi. Akhirnya saya pun berpisah dengan Melody. Sambil berharap semoga nanti bisa ketemu lagi. Di saat saya pengen keluar, ternyata Leksika lagi sale! Dan lumayan loh judul - judul buku Dastan yang disale cuma 10-15ribu! Saya liat di atas (foto ini maksudnya) selain Alexandra Ivy , ada Julie Garwood, Susan Wiggs, pokoknya Dastan jadul - jadul (jadulnya tahun 2010). Tapi berhubung udah disms, saya pun langsung cabut. Semoga aja salenya masih lama ya.


Pas keluar, eh atraksi barongsainya masih ada. Saya udah ga mungkin lagi mau liat, secara udah telat banget buat dateng ke gath yang dijadwalin jam 1 siang. Akhirnya saya pun naik angkot, sambung metromini buat berangkat ke tempat gath di Plaza Semanggi. Dan, tentu saja tak lupa memfoto buku The Red Pyramid yang masih mulus dan kinclong abis itu.

Akhir kata, berburu buku gratisan, walo tanpa ikut kuis, juga bisa jadi pengalaman mengasyikkan, seperti yang saya alami barusan. Dan puas rasanya bisa mendapatkan buku - buku yang bagus secara gratis. Program Leksika ini saya dukung banget, selain karena siapa juga orang yang ga pengen gratisan, bisa menumbuhkan minat baca masyarakat dengan menyediakan buku - buku bagus berkualitas. Semoga kedepannya buku - buku yang ditawarkan untuk free books lebih bagus lagi. Dan siapa yang tahu pengalaman menarik apa lagi yang bisa saya dapatkan :)


Note :
Thanks to :
- Mbak Dina Begum atas postingannya tentang program free book dari TB Leksika.
- TB Leksika, buat program free booksnya. (dan juga penerbit yang sudah menyediakan bukunya)
- Melody Violine yang udah nemenin saya ngobrol sambil antri bukunya The Red Pyramid :)

ready..get set.....GO

Hello guys, isnt it cold today? we are off to a family indoor play centre shortly as a treat to alex who is 6 as he came home with the star pupil certificate friday,
Although ive still got a dicky tummy so hope i will be ok? hubby wont take them on his own so if i dont go alex wont get his treat!!!! MEN
-
Anyway here is my latest offering for you, using a topper that was sent tpo me in a swap so not sure of where it came from??
Its a fairly simple design and i have left half my card blank showing which for me is rare!!!!


The bottom half is using textured dovecraft card stock which i have distressed a little, underneath that ribbon is holographic card punched with my eksuccess zig zag punch, and ive added some glosst accents onto the goggles and number plate, (you cant see it too well though)

Id like to enter this card into the following challenge please.
  1. Ditzy-craftymess - Anything goes (new challenge blogs first challenge)
  2. Stamp,scrap and doodles - anything goes
  3. Secret crafter - ribbons
  4. CES - Check it out
  5. Fussy and fancy - polka dots
Have a fabby day folks xxx
Photobucket

TWICE AS GOOD- RICHARD MICHELSON

Most people know about the discrimination experienced by Jackie Robinson, the first African American baseball player in the major leagues. I would venture, however, that not nearly as many know the story of William Powell, the creator of the Clearview Golf Course in Canton, Ohio. Richard Michelson, author of BUSING BREWSTER and LIPMAN PIKE is about to change that with his newest book, TWICE AS GOOD.

Third grader Willie Powell was fascinated by the new golf course in his town, so much so that he would run the seven miles from his home to the course. When he asked a man to teach him to play, the man told Willie that "his kind" weren't welcome there. Willie persevered in visiting the course, however, and soon the man invited him to become a caddy. After several years of caddying, his mother's employer, Dr. Casey, finally taught him to play, and Willie eventually became the captain of his high school golf team. Throughout his growing up years, and on into his adult life, Willie always remembered the words of an elementary school principal, who had told him that if he wanted to get ahead in this world, he would always need to be "twice as good as the white children."

When World War II started, Willie was drafted. In Europe, anyone could play any golf course, but when Willie returned to the United States, he once again encountered discrimination. "Folks don't mind me fighting for their freedom," he told his wife Marcella, "but they sure do mind me sharing their clubhouse." Willie decided that he would build his own golf course, where anyone would be welcome to play, so during the day, he worked on his course, then in the evenings, he supported his family by working as a security guard. Clearview started as a nine hole course, but today, it is an 18 hole course, run by Powell's daughter, Renee, who was the first African American member of the LPGA.

I'm looking forward to sharing TWICE AS GOOD with my fourth graders on Monday. It will be a really important addition to our African American history basket.

Review : The Hunger Games oleh Suzanne Collins

Judul : The Hunger Games
Pengarang : Suzanne Collins
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 408 halaman
Diterbitkan pertama kali : Oktober 2009
Format : Paperback
Target : Remaja
Genre : Dystopia
Bahasa : Indonesia
Seri : The Hunger Games
Buku ke : 1 (satu)
Status : Punya sendiri
Web Pengarang : Suzanne Collins
Order di : Gramedia Online

Review at Goodreads : click here

Sinopsis

Dua puluh empat peserta.
Hanya satu pemenang yang selamat.


Amerika Utara musnah sudah. Kini di bekasnya berdiri negara Panem, dengan Capitol sebagai pusat kota yang dikelilingi dua belas distrik. Katniss, gadis 16 tahun, tinggal bersama adik perempuan dan ibunya di wilayah termiskin di Distrik 12.

Karena pemberontakan di masa lalu terhadap Capitol, setiap tahun masing-masing distrik harus mengirim seorang anak perempuan dan anak lelaki untuk bertarung dan ditayangkan secara langsung di acara televisi The Hunger Games. Hanya ada satu pemenang setiap tahun. Tujuannya adalah : membunuh atau dibunuh. Ketika adik perempuannya terpilih mengikuti The Hunger Games, Katniss mengajukan diri untuk menggantikannya. Dan dimulailah pertarungan yang takkan pernah dilupakan Capitol.

Review

Yah, jujur saja saya akui alasan pertama baca ini aslinya karena mau nonton filmnya yang tayang Maret nanti, hehehehe. Tapi di lain sisi saya juga penasaran, apakah pesona The Hunger Games sampai banyak orang yang menggilainya. Saya lihat idenya sendiri mirip sama Battle Royale, film sadis dari Jepang, dimana sekumpulan remaja satu kelas dikumpulkan di pulau terpencil dan harus saling bunuh sampai hanya satu orang yang selamat. Hanya, tentu saja The Hunger Games tidak akan menjiplak ide itu mentah - mentah ya.. (beda sama YA akhir - akhir ini yang beberapa pada plagiat #duh)

Seperti sinopsisnya, Amerika Utara hancur, dan di sisa - sisa puingnya berdiri negara Panem dengan Capitol sebagai ibu kota. Terjadi pemberontakan terhadap Capitol dari distrik - distrik sekitar yang akhirnya membuat Capitol mencetuskan sebuah permainan sadis bernama The Hunger Games sebagai pengingat. Sudah 73 kali Hunger Games dilakukan, dan di event yang ke-74, seorang gadis muda berumur 16 tahun dari distrik 12 yang paling miskin di Panem, tidak menyadari bahwa nasibnya akan berubah.

Katniss Everdeen, tokoh utama kita, seorang ABG yang keras kepala dan tegar, serta berjuang sebagai tulang punggung keluarga. Beserta sahabatnya Gale Hawthorne, dia sering berburu dengan menggunakan busur dan panah andalannya, walau itu illegal. Saat Hari Pemungutan, Katniss berharap semoga adiknya, Primrose (Prim) Everdeen, tidak terpilih. Nasib berkata lain, Prim terpilih menjadi peserta. Katniss yang begitu menyayangi adiknya, lalu mengajukan diri untuk menggantikannya. Disisi lain, untuk peserta pria, terpilihlah Peeta Mellark. Anak tukang roti, yang ternyata dulunya punya masa lalu dengan Katniss.

Singkat kata, mereka berangkat ke Capitol. Dan disanalah Peeta dan Katniss merebut perhatian penduduk Capitol, dengan mentor mereka Haymitch Abernathy dan penata rias Katniss, Cinna, membuat mereka menjadi pasangan "kasih tak sampai", demi mendapatkan sponsor. Fast forward lagi (eh masa gw cerita semua, hehehe), dimulailah event utama Capitol, The Hunger Games. Disinilah Katniss diuji habis - habisan. Bahwa dia harus mengandalkan dirinya sendiri. Bahwa di balik kekejaman pesertanya, masih ada setitik harapan , masih ada orang yang mau berteman dengannya, yaitu Rue. Dan walau Katniss tidak sadar, ada orang yang diam - diam memperhatikannya, yaitu Peeta. Sayangnya, dengan tensi permainan yang tinggi, Katniss jadi gampang curiga pada Peeta, dan menganggap beberapa tindakan Peeta hanya akting. Sanggupkah Katniss menyelesaikan Hunger Games dan jadi pemenang, atau dia tidak akan pernah kembali ke Distrik 12 selamanya?

Seru dan brilliant!! Itulah pikiran saya pas baca ini. Dan lebih bagus dari Twilight, hehehehe. Sampai saya mikir kalau ada yang nyamain The Hunger Games sama Twilight, ya sungguh terlalu. Karena dari segi genre saja sudah beda. Untuk love trianglesnya sendiri ga begitu kentara, karena disini hanya terlihat Peeta yang emang beneran suka Katniss, walau Katnissnya masih bego ga ngerti dan menganggap itu akting. Lagipula Katniss ga mau menikah. Hal yang bisa saya maklumi, karena keadaan yang tidak memungkinkan. (beda banget ya sama si itu tuh, yang pengen banget nikah sama vampir sampai ga peduli segalanya, ups!). Peran Gale ga begitu banyak disini, sepertinya kita akan melihat dia banyak berperan di buku ke dua.

Secara ide, walau sebenarnya tidak baru, Suzanne Collins bisa mengeksekusinya dengan baik. Dan apa tante Collins ini bisa memprediksi masa depan? Karena menurut saya, gambaran Capitol dan distrik-distriknya bagaikan keadaan dunia masa kini. Capitol, menurut saya adalah Amerika Serikat yang sesungguhnya, dan distrik - distrik di sekitarnya, adalah negara - negara lain, dimana yang termiskin adalah negara - negara Dunia Ketiga. Mungkinkah tante Collins berusaha menggambarkan apa yang terjadi di masa depan? Bahwa Hunger Games seperti mind games yang diset oleh suatu negara besar seperti Capitol dan akan didobrak oleh sesuatu yang tak terduga dari distrik paling termiskin, yaitu distrik 12 (dalam hal ini negara Dunia Ketiga)?

Who knows, bagi saya, terlepas dari semua itu, Suzanne Collins patut diacungi jempol, karena mampu membuat saganya sendiri yang akan selalu dikenal orang. Gaya menulisnya sendiri saya akui agak aneh. Beberapa diantaranya kurang mature. Seperti pemakaian koma yang berlebih dan beberapa struktur penulisan yang kurang bagus. Yah, saya sih bukan orang sastra, cuma analisa secara pribadi. Terjemahan sudah oke. Ada beberapa typo, tapi tidak terlalu mengganggu. Yang bikin saya mengerutkan kening, mungkin beberapa bahasa gaul yang dipake, misalnya nangkring. Hehehe, jadinya malah aneh ya. Tapi ga banyak kok, jadi ga terlalu merusak kenikmatan membaca.

Kenapa saya kurangin bintangnya jadi setengah dan ga kasih full lima bintang adalah hal - hal teknis yang sudah saya utarakan di atas. Beberapa hal lain mungkin seperti saat penggambaran makanan yang dimakan Katniss di Capitol. Terlalu detail, dan bikin ngiler, hmpfh. Pace ceritanya sering naik turun. Kadang cepat, kadang lambat, walau tidak terlalu banyak. Adegan kekerasannya sendiri sebenarnya biasa saja, ga yang sampai bikin mau muntah. Tapi entahlah nanti gimana kalau difilmkan. BTW, buku ini juga salah satu yang bikin saya nangis. Adegan yang bikin saya nangis adalah saat Katniss gantiin Prim, adegan terakhir Katniss dan Rue,peserta distrik 11 yang membuat Katniss teringat akan Prim. Lalu saat Katniss dan Peeta bertempur dengan Cato musuh terberat mereka, dan kejutan yang terjadi saat itu.

Overall, terlepas dari kelemahan-kelemahannya, The Hunger Games memang sangat wajib dibaca . Terutama kalau penasaran dengan filmnya. Jika menginginkan novel remaja yang berbeda dan menyukai setting yang tidak biasa, bacalah The Hunger Games!!


Ekstra :

Pembaca mungkin sudah tahu siapa - siapa pemeran tokoh tokoh di Hunger Games. Ga perlu saya bahas sekarang, mending nanti liat filmnya langsung dan bikin postingan terpisah.

Ini foto Jennifer Lawrence sebagai Katniss



Josh Hutcherson dan Liam Hemsworth sebagai Peeta dan Gale


Ini adalah trailer filmnya.



Wow, bikin merinding!! Dan sepertinya Jennifer Lawrence... kecantikan jadi Katniss, wkwkwkwk. IMO yah, kurang lusuh dan kurus aja gitu. Tapi siapa tau nanti setelah Hunger Gamesnya mulai, bisa berubah drastis. No komen buat Peeta dan Gale. Willow Shields pantes jadi Prim. Dan kayaknya Elizabeth Banks sebagai Effie Trinket bakal mencuri perhatian :)

Favorite Quote :

Jauh di padang rumput, di bawah pohon willow
Tempat tidur dari rumput, yang hijau, lembut, dan kemilau
Letakkan kepalamu, dan tutup matamu yang mengantuk
Dan saat matamu kembali membuka, fajar akan mengetuk

Disini aman, disini hangat
Disini bunga - bunga aster menjagamu dari yang jahat.
Disini mimpi-mimpimu indah dan esok akan menjadi nyata
Disini tempat aku membuatmu merasakan cinta

(Lagu Katniss untuk Rue. Bikin saya nangis, tau ga sih T_T)


Rating Cerita :


Sensualitas :

Hanya ada ciuman bibir saja. Yah, namanya juga novel yang targetnya buat remaja. Masa mau langsung boboan bareng pas lagi jalanin Hunger Gamesnya, hehehe.

Hard Twist 6- Obsession

The textile-based exhibit at the Gladstone Hotel in Toronto ends this weekend (January 29).

Kate Busby will have her red piece going to France for the Canadian exhibit I am curating.

3,600 (BEATS) by Kate Busby
There is a french knot in the center of every square.

Amanda McCavour's work is still hanging at the hotel.

"ACCUMULATE (LARGE)"
my picture of Amanda's work isn't very good.
Go see it LIVE! It's beautiful.

One of the jurors, Judith Tinkl, is an artist who is also participating in the France show, Tradition in Transition. She has made a new piece using her grandfather's silk ties, her grandmother's fabric and  japanese obi she had collected.

I loved these two spinning lamps! (yes, they do twirl gently.) They are so FUN! (they are not part of the france show)

SWAG, by Barbara Sutherland, which hangs on the 4th floor of the hotel,
is made with strips of fabric.

The Gladstone, as we locals call it, has a geometric design painted on the outside of its building. Quilt like?