Review : Count to Ten by Karen Rose

Judul : Count to Ten
Pengarang : Karen Rose
Penerbit : Dastanbooks Indonesia
Tebal : 636 halaman
Diterbitkan pertama kali : 2009
Format : Paperback
Target : Dewasa
Genre : Romantic Thriller Suspense
Bahasa : Indonesia
Status : Pinjam teman



Web Pengarang
Order di : Dastanbooks


Sinopsis :


Sebuah kebakaran besar di Chicago menghanguskan rumah keluarga Dougherty hingga rata dengan tanah. Kebakaran itu menewaskan Caitlin Burnette, putri seorang polisi. Hari berikutnya, kebakaran besar juga menewaskan Penny Hill, pensiunan pekerja layanan sosial. Kedua korban sama-sama diperkosa, disiksa, dan dipatahkan kakinya sebelum dibakar hidup-hidup!

Satu demi satu korban lain dengan penyiksaan yang lebih parah pun mulai berjatuhan. Letnan Reed Solliday, petugas Departemen Penyelidik Kebakaran, harus bekerja sama dengan Detektif Mia Mitchell dari Divisi Pembunuhan untuk mengungkap identitas si pembunuh dan misteri angka sepuluhnya. Penyelidikan mereka mengarah ke sebuah kasus lama penyiksaan dan pelecehan seksual. Di samping itu, kebersamaan Reed yang lembut dan Mia yang kasar selama penyelidikan juga memunculkan benih-benih cinta di antara keduanya. Namun, mereka harus berusaha keras untuk segera menangkap si pembunuh, karena ternyata Mia-lah yang menjadi sasaran si pembunuh selanjutnya..


Review :

Menceritakan tentang kasus pembunuhan yang digabung dengan pembakaran rumah yang dihuni korban. Dengan clue dari salah satu korban : " Hitung sampai sepuluh, dan pergilah ke neraka"

Letnan Reed Solliday adalah seorang penyelidik kasus kebakaran dari unit OFI, unit pemadam kebakaran Amerika. Suatu hari dalam suatu tugas, dia menemukan adanya mayat yang terbunuh dalam rumah yang telah terbakar. Belakangan diketahui, korban adalah seorang putri polisi. Karena itu Reed harus bekerja sama dengan kepolisian, dan dia berpartner dengan Detektif Mia Mitchell.

Mia Mitchell sendiri baru saja aktif bertugas setelah sebelumnya tertembak oleh genk punk. Mia merasa bersalah karena selain tertembak, dia juga menyebabkan rekannya Abe Reagan tertembak. Rasa bersalah itulah yang membuat Mia awalnya enggan berpartner dengan Reed. Namun the case still go on, the identification must be done, karena jumlah korban bertambah. Kasus yang awalnya terlihat acak, mulai terlihat titik terangnya setelah beberapa korban berjatuhan. Modus operandinya sendiri, si pelaku mengikat korban, memperkosa mereka (yang kebanyakan adalah wanita), mematahkan kakinya, lalu menyiram korban dengan semacam pemicu kebakaran. Terakhir dia membakar rumah korban, setelah hitungan ke sepuluh.

Mia dan Reed lalu menemukan kaitan dari kasus ini dengan pusat rehabilitasi anak2 nakal Hope Center. Apalagi setelah ada staf disana dan seorang anak yang terbunuh Juga kaitannya dengan sistem Layanan Sosial, yang bertugas mengambil anak2 terlantar dan memberikan mereka orang tua asuh. Sang pembunuh pun terungkap identitasnya, namun dia masih belum berhenti. Mia dan Reed harus berpacu dengan waktu untuk mencegah korban selanjutnya, sebelum akhirnya Mia sadar, bahwa korban terakhir bisa jadi adalah dirinya sendiri....



Agak sulit memberi rating buku ini karena, selain bukunya tebal (lebih dari 600 halaman!), ceritanya juga berpindah - pindah setting. Di awal cerita, saya masih harus menerka2 - nerka plotnya seperti apa, dan kasusnya yang seperti benang ruwet. Bikin saya hampir bosan bacanya. Tapi cerita mulai menarik setelah pertengahan cerita.Dan walaupun si pembunuh sudah terungkap, bukan berarti ceritanya sudah selesai. Karena Mia dan Reed masih harus menangkap si pelaku yang ternyata sangat cerdik ini...

Selain menceritakan tentang kasus yang mereka tangani, buku ini juga menceritakan tentang hubungan Mia dan Reed. Mia yang ternyata mememiliki masa lalu yang pahit, mengetahui rahasia kelam keluarganya dan berseteru dengan media massa, harus melawan perasaannya sendiri yang mulai peduli pada Reed. Reed sendiri juga masih belum mengakui bahwa dia membutuhkan Mia, karena masih merindukan almarhumah istrinya. Ada juga saat dia tidak setuju dengan ahli psikologi kepolisian, tentang psikologi manusia, lalu juga masalahnya dengan Beth, putri semata wayangnya yang beranjak remaja. Namun Mia dan Reed sama2 peduli dan sama2 membutuhkan, dan akhirnya sama2 mengerti kalau mereka sebenarnya saling mencintai...

Buku ini cukup emosional, dan kasusnya sendiri cukup unik, mengungkap kebobrokan sistem di Amerika dan penyimpangan perilaku manusia. Bagi penggemar thriller suspense pada umumnya dan penggemar Karen Rose, Count to Ten wajib masuk dalam daftar baca.

Rating Cerita:


Sensualitas :